10403192_1618603635023818_8380875630049858843_nPara ibu rumah tangga sepertinya harus mengikuti jejak wanita 39 tahun ini. Tak melulu berkutat dengan urusan dapur, Lidya Sari Husein, pandai berbisnis. Ia rela berhenti menjadi karyawan di salah satu perusahaan swasta dengan jabatan terakhir sekretaris di sebuah hotel di Jakarta. Lidya lantas membesut usaha sprei. Bisnis yang awalnya kecil-kecilan ini berubah menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Dalam sebulan Lidya mampu mengantungi omzet hingga puluhan juta rupiah. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Sebelumnya, aneka bisnis telah digeluti Lidya sejak memutuskan menikah dan berhenti bekerja di perusahaan swasta. Meski me­milih menjadi ibu rumah tangga, kebiasaan bekerja dibawanya hingga ke rumah.

Lidya mengaku tak bisa cuma diam-diam saja di rumah. Diputuskan lah ber­bisnis kecil-kecilan sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Sudahlah banyak usaha pernah digelutinya. Sebelum masuk bisnis utamanya, yakni bisnis sprei, dia tercatat pernah jadi perias pengantin.

Baru lah ide berbisnis sprei sendiri ter­cetus beberapa tahun kemudian. Tepatnya ketika anaknya masuk umur dua tahun. Ketika itu diawali menjadi reseller aneka sprei, bedcover, dan home set. Dua tahun lalu itu kemudian ia aplikasikan dalam bentuk usaha mandiri. Berbekal kemam­puan menjahit, Lidya lantas membuka bis­nis sejenis miliknya sendiri. “Modal awal saya dapat dari dana hibah dari Kemen­trian Koperasi Rp15 juta,” ungkapnya.

Modal uang Rp15 juta itu digunakan membeli mesin jahit, mesin obras, bahan, plastik buat kemasan dan membuat kata­log. Bicara kunci suksesnya, dengan terbu­ka ia menjelaskan, bahwa kita harus mau melayani segala jenis permintaan. Selain itu ia juga menjaring para reseller guna menjual produk mereka.

Bahan baku yang terbuat dari 70 persen bahan katun itu lantas diproduksi men­jadi sprei, juga sarung bantal, tutup galon, sampai aneka bed cover. Itu semua dijual­nya seharga Rp25.000 untuk sarung ban­tal, untuk sprei dijual Rp100.000- Rp1 juta.

Usaha dijalankan bernama Smoothy Sprei House, mampu mendukung kehidu­pan keluarganya, pengusaha berhijab satu ini menyebut usahanya mampu menghasil­kan omzet hingga pulah juta perbulan. “Kita bikin juga yang spesial bahan sutra. Pokoknya pesanan apa saja, kita usahakan bisa buat,” tambahnya.

Senjata andala bisnis sprei miliknya adalaha adanya katalog. Lantas katalog ini dimasukan satu paket ke dalam sistem reseller. Lidya juga aktif mengikuti aneka pameran guna menjaring reseller.

Reseller akan membeli katalog Rp300.000 dimana ia bisa menjualkan ba­rang di dalamnya. Secara eksklusif Lidya juga menawarkan keuntungan yaitu 10 hingga 15 persen dari produk dijual. Hing­ga saat ini, ia telah memiliki 50 reseller res­mi mulai dari para mahasiswa hingga yang kebanyakan, para ibu- ibu rumah tangga.

Modal ketekunan saja usaha dari Smoothy Sprei House, yang awalnya cuma sampingan, mampu memproduksi 500- 700 potong sprei per- bulan. Dia menyebut omzetnya mencapai Rp50 juta.

(DTK/Apri)