3001_03_2015_arg_motogp_race_hlts.bigPebalap Red Bull KTM Ajo, Miguel Oliveira meyakini bahwa pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi adalah ikon paling bersinar dari dunia balap motor.

Oleh : (Imam/net)

Ia ragu ada pebalap lain yang mampu menyamai prestasi gemilangnya selama berkiprah di Grand Prix.

Oliveira yang masih beru­sia 20 tahun, dikenal sangat mengidolakan Rossi sejak anak-anak. Dengan prestasin­ya yang gemilang di Moto3, Oliveira pun mendapat un­dangan untuk berlatih di flat track pribadi The Doctor di Tavullia, Italia tahun lalu.

“Vale referensi saya, baik sebagai pebalap maupun seb­agai orang biasa. Kami berte­mu dan mengobrol beberapa kali. Saya sempat berlatih di Motor Ranch bersamanya,” ujar Oliveira kepada Destak.

Pebalap Portugal inipun yakin rekor-rekor Rossi akan bertahan lama, meski kini mendapat ancaman dari Marc Marquez.

“Vale sosok normal dan hal ini membuat kami makin kagum padanya. Sulit rasanya tidak suka padanya. Ia punya karisma yang menakjubkan. Ia adalah dewa balap motor. Saya ragu ada yang bisa mengulang prestasinya,” tutup Oliveira.

Baca Juga :  Bogor Today Mobile Legends Tournament Resmi Berakhir, Squad 747 Sabet Juara 1

Oliveira sendiri menjalani debut Grand Prix pada tahun 2011 di kelas GP125 dan men­gakhiri musim di peringkat ke-14. Sejak digantikan oleh kelas Moto3 pada tahun 2012, prestasinya pun membaik.

Saat ini, ia duduk di per­ingkat ketiga pada klasemen pebalap dengan 102 poin dan koleksi tiga podium, terma­suk dua kemenangan.

Lebih dari Seorang Pebalap

Pebalap tim pabrikan Ducati, Andrea Dovizioso mengaku sama sekali tak iri melihat Valentino Rossi men­jadi pebalap Italia paling pop­uler di MotoGP.

Menurutnya prestasi yang gemilang dan karakter unik su­dah sewajarnya membuat The Doctor dicintai banyak orang.

Baca Juga :  Bogor Today Mobile Legends Tournament Resmi Berakhir, Squad 747 Sabet Juara 1

Dovizioso yang pada awal musim ini kerap bersaing sen­git dengan Rossi, mengaku maklum bila ia dan pebalap Italia lainnya terus berada di bawah bayang-bayang Rossi.

DesmoDovi bahkan meya­kini bahwa pebalap berusia 36 tahun itu adalah game changer di MotoGP.

“Saya rasa wajar dia leb­ih populer. Vale tak hanya seorang pebalap, ia lebih dari itu. Meski ia paling tua, ia pu­nya karakter istimewa. Apalagi ia punya banyak gelar. Saya tak masalah ia lebih populer,” ujar juara dunia GP125 2004 ini.

Dovizioso pun mengaku hanya akan fokus pada hasil balapnya sendiri. “Saya tak berusaha menirunya. Yang penting adalah hasil balap. Tentu menyenangkan punya banyak fans, tapi itu bukan motivasi utama saya untuk mengambil resiko besar saat balapan,” tutupnya.

(Imam/net)