20130510081713_115WASHINGTON TODAY – Organ­isasi Perdagangan Dunia, WTO, yang berada dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sepakat menghapuskan bea impor senilai US$1,3 triliun untuk produk-produk teknologi.

Dirjen WTO, Roberto Acev­deo, menyambut baik langkah yang menurutnya akan mencip­takan lapangan kerja dan menu­runkan harga produk teknologi.

“Menghapuskan tarif perda­gangan sebesar ini akan memiliki dampak besar,” tambahnya.

Kesepakatan Jumat 24 Juli itu mencakup 200 produk dengan nilainya mencapai sekitar 7% dari total perdagangan dunia saat ini.

Tahun depan masing-masing negara akan mulai mengurangi bea atas produk-produk tersebut, antara lain layar sentuh, permain­an komputer, GPS, dan peralatan kesehatan. “Ini lebih besar dari perdagangan global dalam produk-produk otomotif atau perdagan­gan tekstil, pakaian, besi, dan baja jika digabungkan,” seperti tertulis dalam pernyataan WTO.

Rincian kesepakatan meny­eluruh baru akan diungkapkan pekan depan namun WTO men­gatakan bahwa penghapusan bea akan dicapai dalam waktu tiga tahun.

Kesepakatan ini merupakan perluasan dari sebuah pakta yang dicapai tahun 1996 oleh 81 anggota WTO, yang disebut den­gan Kesepakatan Teknologi Infor­masi, ITA.

Tahun 2012 lalu, para negara anggota berpendapat bahwa kondisi baru untuk ITA dibutuh­kan karena inovasi dan perkem­bangan teknologi yang drastis.

(Yuska Apitya/net)