IMG_2692PERSATUAN Sepak­bola Seluruh Indone­sia (PSSI) melunak dalam menyikapi wa­sit dan perangkat per­tandingan yang bakal mengawal jalannya turnamen Piala Ke­merdekaan. Sebelum­nya, PSSI memberi­kan ancaman sanksi bagi yang terlibat tur­namen bentukan Tim Transisi

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Langkah bijak dipilih Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam menyikapi keputusan wasit dan per­angkat pertandingan yang akan ber­tugas di Piala Kemerdekaan.

Di bawah arahan Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sudah melakukan penyega­ran dengan melibatkan 153 orang wasit dan asisten wasit, serta 45 orang perangkat per­tandingan. Para wasit, asisten wasit tersebut tergabung dalam Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI).

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

Juru bicara PSSI, Tommy Welly, men­gatakan jika masih memastikan dan mencari penyebab utama dari keputusan wasit dan perangkat pertandingan tersebut. Karena itu, diakuinya, masih mempelajari keikutser­taan mereka.

Dikatakannya lagi, hal tersebut karena beberapa wasit dan perangkat pertand­ingan memiliki punya profesi lain di luar sepak bola. Di antaranya, sebagai anggota TNI. PSSI disebut sulit menahan wasit dan perangkat pertandingan berprofesi TNI me­nyusul kemungkinan adanya perintah dari atasannya.

“Kalau wasit dari kalangan militer, mung­kin kami mengetahui penyebabnya. Kalau ada perintah dari petingginya, tentu harus dilihat dan dipelajari situasi yang dihadapi wasit bersangkut,” ujar Tommy Welly.

Baca Juga :  Bogor Today Mobile Legends Tournament Resmi Berakhir, Squad 747 Sabet Juara 1

“Sehingga, harus dilihat dulu kenapa. Para wasit sejauh ini tidak terlibat aktif, han­ya mungkin kalau TNI ada perintah. Itu yang saya dengar. Saya sendiri tidak tahu jumlah pasti wasit dari kalangan militer, tapi ada be­berapa seperti Prasetyo Hadi, Sukoco, dan ada beberapa yang saya hapal karena pimpin laga ISL. Kalau ada perintah, tentu wasit ti­dak bisa menghindar,” pungkasnya.