TBK-Khobir-1SEGALA puji bagi Allah Subhanahu wata’ala, Rabb yang telah mengutus kepada kita sebaik-baik utusan dan menurunkan sebaik-baik kitab suci. Saya bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi dengan benar selain Allah Subhanahu wata’ala semata yang memiliki al-asmaul husna. Saya juga bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya yang telah menyampaikan risalah dengan penuh amanah sehingga meninggalkan umat ini di atas agama yang jelas dan murni

Oleh : Abdul Khabir Barokah, S.Pi

Ma’asyiral muslimin rahimaku­mullah,

Tidak ada satu kebai­kan pun kecuali beliau telah mengajarkan­nya. Tidak ada satu kejelekan pun kecuali beliau telah mengingatkan darin­ya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW beser­ta keluarganya, para sahabatnya, dan kaum muslimin yang mengi­kuti petunjuknya.

Ayyuhal ikhwah rahimani wara­himakumullah,

Marilah kita senantiasa ber­takwa kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan sebenar-benar takwa dan marilah kita menjadi hamba-hamba Nya yang ber­saudara. Yaitu bersaudara karena iman yang diwujudkan dengan saling mencintai, kasih sayang, dan tolong-menolong dalam ke­benaran serta saling menasihati dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada di dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan menger­jakan amal soleh dan nasihat me­nasihati dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesaba­ran”. (Surah Al-Asr:1-3)

Allah berfirman yang artinya : Sesungguhnya orang-orang beri­man itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubun­gan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Al-Hujurat: 10)

Allah berfirman dalam ayat lain yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah ke­pada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran 102)

Maasyiral Muslimin Rahimaku­mullah

Bulan Ramadhan hampir saja meninggalkan kita semua, namun masih banyak hal yang belum kita capai, tilawah qur’an belum juga khatam, Sholat tarawih dan tahajj­ud sering ketinggalan, Sholat wajib 5 waktu berjamaah di Masjid lebih banyak yang terlewatkan, ucapan buruk masih seting terucap dari lisan-lisan kita, zikrullah masih terasa berat keluar dari lidah kita. Padahal Allah memberikan obra­lan pahala sangat besar dan ber­lipat ganda. Pengampunan yang sangat luas pun belum sempat kita memintanya, rahmat yang begitu besar dijanjikan oleh Allah juga belum kita menikmatinya, entah karena kelalaian kita, atau karena kita dilenakan oleh kesibukan du­niawi yang sangat padat.

Baca Juga :  MENDIDIK DENGAN HATI

Maasyiral muslimin rohimaku­mullah

Sebagian orang memaknai bu­lan ramadhan sebagai bulan lati­han, namun mungkin lebih tepat­nya adalah bulan Ujian. Mengapa bulan ujian?. Analoginya seperti ini, jika kita melihat orang-orang yang bersekolah, antara belajar dan ujian mana yang lebih lama waktunya?. Tentu jawabannya waktu belajarlah yang lebih lama sedangkan ujian waktunya hanya 1 atau 2 minggu. Namun apabila kita melihat akibat dan resikonya, maka ujianlah (yang hanya 1-2 minggu) lebih besar akibat dan resikonya. Karena bisa saja salah dalam menjawab ujian akan ber­akibat tidak naik kelas, sedangkan kesalahan pada waktu belajar, ti­dak terlalu berakibat fatal.

Begitupula dengan kehidupan beragama kita, 11 bulan kita di­latih dan belajar tentang kehidu­pan yang didalamnya berbagai macam ibadah untuk mendekat­kan diri kepada Allah, maka pada bulan Ramadhan waktunya kita melaksanakan Ujian yang sesung­guhnya, yang akan berakibat Nai­knya kelas Iman kita atau tidak.

Ayyuhal ikhwah rahimani wara­himakumullah,

Rosulullah SAW bersabda yang artinya :“Sesungguhnya telah hadir bulan Ramadhan, bulan berkah, Al­lah telah mewajibkan ke atas kamu berpuasa, dibukakan pintu-pintu syurga, ditutup rapat pintu neraka dan ditambat para syaitan, Di bu­lan ini terdapat satu malam yang terbaik dari seribu bulan. Siapa saja yang tidak berusaha mendapatkan kebaikan- kebaikannya sesungguh­nya dia merugi.” (Hadis riwayat Ah­mad dan An-nisai)

Hadits ini menunjukkan pada kita bahwa orang-orang yang tidak naik kelas imannya pada saat men­gakhiri ramadhan adalah orang-orang yang merugi, dalam arti bisa saja kerugian itu akan menja­dikan dirinya tidak mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Baca Juga :  MENDIDIK DENGAN HATI

Maasyiral Muslimin Rohimaku­mullah :

Allah Swt memberikan tanda-tanda tentang keimanan kepada kita: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetar­lah hati mereka, dan apabila diba­cakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka.” (QS. al-Anfal: 2).

Ada sesuatu yang kemudian dapat mengetuk pintu hati. Ter­utama ketika kita sadar, kalau kita manusia yang penuh salah dan dosa. Sejatinya kegersangan yang ada dalam hati akan men­jadi damai dan tentram manaka­la dibacakan Alqur’an. Karena itu, dalam bulan ramadhan kita sangat dianjurkan untuk mem­baca dan mentadaburi Al-Qur’an beserta maknanya, memperban­yak qiyamullail dan tarawih dan memperbanyak zikrullah.

Allah juga berfirman :“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertam­bah di samping keimanan mereka (yang telah ada) dan kepunyaan Al­lah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Fath: 4).

Ayat ini menjadi pertanda bahwa iman kita bisa naik dan turun, meningkat dan melemah. Makanya perlu dijaga. Bagaima­na caranya? Tidak lain dengan senantiasa mengingat dan men­jalankan tuntunan yang telah dig­ariskan Allah dan RosulNya.

Maasyiral Muslimin Rohimaku­mullah,

Insya Allah, jika kita yakin dan mengaku beriman kepada Allah, apapun godaan dan ujian akan bisa dihadapi. Godaan dan ujian hanya menjadi wasilah (peran­tara) untuk menjadikan kita men­jadi pribadi yang dewasa dan bijaksana. Karena ujian yang di­berikan kepada kita tidak lain ses­uai dengan kadar dalam diri kita. Ujian itu datang dari Allah, maka cara menghadapinya bersumber juga dari-Nya.

Semoga melalui puasa ramad­han yang tunaikan selama hampir sebulan penuh ini, dapat menja­dikan kita pribadi yang keimanan­nya semakin meningkat, bisa lu­lus dari ujian Ramadhan dan kita berhasil Naik Kelas ke Tingkatan Iman yang lebih tinggi. Aamiin. Wallahu a’lam bisshowab, wa akhiru dakwana anilhamdulillahi Robbil aalamin… (*)

Disampaikan di Masjid Nurul Iman, Desa Parakan Jaya RT 03/01, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor