Untitled-8PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus memperluas cakupan layanan pengali­ran air bersih bagi warga kota hujan ini. Hal tersbut dibuk­tikan dengan dirampungkannya Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikereteg di Kelurahan Ranca­maya, Kecamatan Bogor Selatan. Dengan selesainya IPA tersebut, debit air yang mampu dihasilkan menjadi 40 liter per detik untuk tahap pertama dan kemudian akan ditingkatkan menjadi 200 liter per detik.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Untung Kur­niadi, mengatakan, langkah ini di­lakukan untuk memenuhi kebutu­han air bersih untuk masyarakat dan calon pelanggan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

“Jadi, warga di Kelurahan Kat­ulampa, Tajur, Wangun, Ranca­maya, Kertamaya, Sindang Rasa dan Harjasari akan mendapat pasokan air bersih lebih baik lagi seiring dengan selesainya penger­jaan (IPA Cikereteg ini,” ungkap Untung.

Untung juga menyambut baik atas respon cepat dari Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor dalam melakukan sertifikasi ta­nah yang belum bersertifikat mi­lik PDAM. “Saya berterima kasih kepada bu Yuli sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Bogor yang sudah membantu PDAM dalam membebaskan lahan terutama yang pemberian hibah,” jelasnya.

Baca Juga :  LBH Konsumen Jakarta Dukung Menteri BUMN Gratiskan Toilet SPBU Seluruh Indonesia

Sementara itu, Walikota Bo­gor, Bima Arya Sugiarto, mer­estui penambahan penyertaan modal pemerintah (PMP) sebesar Rp 123 Miliar kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Alokasi sunti­kan modal ini menjadi komitmen Pemkot Bogor untuk mendorong PDAM Kota Bogor menjadi peru­sahaan pengolahan air milik dae­rah termaju di Tanah Air.

Dalam sambutan peresmian Penyadapan Air Baku dan Pengo­lahan Air Minum Cikereteg di Ke­lurahan Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Kamis (9/7/2015), Bima menegaskan kembali komitmen Pemkot Bogor terhadap pengembangan PDAM. Bima berharap alokasi PMP sebesar Rp 123 miliar ini dapat menjalankan seluruh pro­gram perusahaan dan memen­uhi target layanan 100 persen pada 2019.

“Kita akan terus mendorong PDAM lebih maju lagi, lebih maju lagi. Sebab PDAM adalah BUMD kebanggaan masyarakat Kota Bogor. Tidak ada istilah mundur, PDAM harus terus maju. Insya Allah kita komitmen untuk pe­nyertaan modalnya,” kata Bima di hadapan seluruh unsur tokoh masyarakat dan unsur Muspida, termasuk pimpinan DPRD Kota Bogor.

Baca Juga :  Mendulang Rupiah Dari Produksi Kerupuk Asmin

Walikota bergelar Master of Arts, Studi Pembangunan, dari Monash University Melbourne Australia dan Doktor Ilmu Poli­tik jebolan Australian National University Canberra Australia juga mengapresiasi pengope­rasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikereteg. IPA ini di­harapkan mampu memenuhi pasokan air bersih untuk 2400 sambungan langsung di Zona Pelayanan I.

“Ini baru tahap awal, tapi tahap awalnya sudah berjalan baik. Pemkot Bogor dan PDAM memang harus berkomitmen menjalankan program ker­jasamanya dengan World Bank. Apalagi ini bagian dari business plan PDAM menuju target lay­anan 100 persen di tahun 2019 nanti,” beber mantan Konsultan di Partnership for Governance Reform, UNDP ini.

Dia berpesan agar PDAM juga memperhatikan kualitas air, bahkan menjadi air yang layak minum untuk seluruh warga Kota Hujan. “Pipa-pipa pun secara bertahap akan terus diperbaiki. Ini juga sangat pent­ing,” kata Bima.

(Guntur Eko Wicaksono)