HL-(4)Setelah diresmikan oleh KONI Jawa Barat pada bulan Oktober 2014 lalu, Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Jawa Barat (Jabar) saat ini mulai membentuk pengurus cabang (Pengcab) di daerah-daerah. Bogor menjadi salah satu bidikan pertama pembentukan Pengcab

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Wakil Ketua PRUI Jawa Barat ( Jabar), Banco men­gatakan bah­wa Kota Bogor memiliki talen­ta – talenta muda atlet rugby. “Kota Bogor jadi salah satu kota yang akan kami dirikan cabang. Soalnya, saya melihat Kota Bogor sangat potensial untuk berkembang menjadi kantung atlet,” katanya.

Dikatakanya, ada tiga kota yang telah siap untuk segera berdiri. “Pembentukan peng­cab yang sudah siap itu di kota Bandung, Bogor, dan Kar­awang. Tinggal pelaksanaan­nya saja, menunggu SK (Surat Keputusan) dan lain-lain. Ting­gal menunggu waktunya saja,” ungkapnya.

Pada PON XIX/2016 di Jawa Barat nanti, Rugby akan masuk dalam daftar olah raga eksebi­si. Namun, Banco mengakui bahwa PRUI akan sangat men­dukung program Jabar Kahiji. “Walaupun hanya eksebisi, tapi kita sangat konsen sekali, apalagi kita tuan rumah. Jadi ti­dak boleh mengecewakan dan harus mendapat hasil terbaik,” katanya.

Dengan diresmikannya PRUI Jabar oleh KONI, Banco berharap akan ada bantuan yang lebih lagi untuk mema­jukan olah raga rugby di Indo­nesia. “Dukungan dari KONI Jabar sangat baik, cuma karena mungkin kemarin prestasi rug­by masih membawa nama tim, jadi masih kurang maksimal. Kalau nanti sudah membawa nama Pengda pasti akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Saat ini di Bandung ada dua klub rugby yang aktif, yakni Bandung United, dan Bandung Rams. Banco mengakui seti­daknya ada 22 atlet yang po­tensial di Bandung. Pasalnya, Kota Bandung memiliki atlet nasional Rugby. “Meskipun dia orang Prancis, tapi sudah 5 ta­hun stay di Bandung, semacam naturalisasi. Saya yakin Bogor yang terkenal sebagai gudang­nya atlet, pasti memiliki bibit bertalenta,” ungkapnya.

Sebelumnya PRUI Jabar juga sudah melakukan sosial­isasi Rugby kepada masyarakat umum, pada ajang yang berna­ma Get Into Rugby (GIR). Even tersebut merupakan program dari International Rugby Board (IRB) untuk memperkenalkan rugby di Indonesia dan dunia.

“Jadi program ini tujuan­nya memperkenalkan dulu bagaimana rugby bisa dimain­kan dengan menyenangkan, menarik perhatian masyara­kat. Karena kita tahu sendiri rugby itu olah raga yang bisa dibilang tidak sedikit kemung­kinan cederanya,” ujar Nation­al Development PRUI, Karina Soerjanatamidja.

Pada awalnya, orang yang akan menjadi pelatih di daerah akan ditatar oleh PB PRUI, lalu para trainer ini akan melanjut­kan program GIR ke daerah-daerah. Karina mengatakan bahwa program ini merupak­an program yang berkelanju­tan dan akan terus dikontrol baik oleh PRUI ataupun IRB.

“Jadi nanti sistemnya para pelatih yang ditatar ini akan melaporkan progres GIR kepa­da saya, lalu saya laporkan lagi ke tingkat internasional,” ujar Karin yang merupakan satu-satunya penatar dari PB PRUI dengan sertifikat resmi.

Meskipun Pengcab PRUI Jabar belum terbentuk, Banco mengakui program GIR ini akan terus berlanjut. Nantinya PRUI Jabar akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah ataupun universitas di Jabar untuk meningkatkan partisi­pasi rugby, khususnya di dae­rah Jawa Barat. “Intinya untuk memperkenalkan olah raga rugby ini,” pungkasnya. (*)