Berita-3BOGOR, Today – Sinergitas antara ekstrakurikuler drum­band di setiap sekolah di Kota Bogor berimbas pada sulitnya penjaringan atlet usia dini. Hal ini terjadi mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Per­satuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Barat ( Jabar) Gatut Susanta.

Menurutnya, jika ekstraku­likuler bisa dilakukan secara berkesinambungan, Kota Bo­gor tak akan kesulitan men­cari atlet. Dirinya melihat tidak adanya perhatian terhadap ekstrakurikuler drum band dan pembinaan hingga ke level pelajar.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

Padahal, menurutnya pem­binaan dan penjaringan talenta – talenda muda usia dini sangat penting untuk menyambung nadi pembinaan atlet sehingga tidak terjadi keterputusan gen­erasi dalam proses pembinaan atlet.

“Kita ambil contoh kecil­nya saja. Jika di taman kanak-kanak yang sudah mempunyai peralatan drum band, secara otomatis murid akan diikutser­takan untuk mengikuti ekstr­akulikuler ini. Namun, setelah anak-anak lepas dari TK, dan menuju sekolah dasar belum tentu mereka juga akan mengi­kuti ektrakulikuler ini, karena di setiap sekolah juga masih banyak yang belum memiliki peralatan. Jadi mereka yang tadinya bisa bermain, pada kelanjutannya mereka pasti akan lupa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bogor Today Mobile Legends Tournament Resmi Berakhir, Squad 747 Sabet Juara 1

Ini menjadi permasalahan yang tidak bisa diabaikan be­gitu saja. Pihaknya juga akan terus berkordinasi dengan pengurus PDBI tingkat wilayah untuk terus menggelar even ke­juaraan, agar para anak nanti­nya bisa terus termotivasi, dan membentuk mental yang tang­guh.

“Kami akan terus berkoor­dinasi dengan para pengrus di wilayah, guna terciptanya generasi penerus yang dapat diandalakan. Ini pun akan berdampak positif pada rantai pembinaan dan prestasi atlet-atlet drumband,” pungkasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)