kakianPolisi wanita (Polwan) anggota Pol­da Sumatera Selatan (Sumsel) Brip­da Rizka Munawwaroh tampak sama dengan polwan kebanyakan. Tapi siapa sangka jika ternyata ia tahfiz alias penghapal Alqur’an.

Oleh : (Rishad Noviansyah)

DARA manis kelahiran Palembang 19 tahun lalu ini bahkan telah memiliki cita-cita mulia menjadi seorang tahfiz sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kini ia sudah menghapal 20 juz atau lebih dari setengah jumlah 30 juz dalam kitab suci umat Islam itu.

“Iya punya niat untuk menghapal Alqur’an sejak SD. Tapi sempat ber­henti soalnya kebanyakan main pikiran­nya. Nah, pas masuk Sekolah Menen­gah Pertama (SMP) lanjut menghapal Alquran sampai sekarang,” ujar Bripda Rizka.

Sempat bercita-cita ingin kuliah di Mesir, Rizka mengaku selalu mendapat kemudahan setiap kali mengikuti se­buah tes setelah ia tekun untuk meng­hapal kitab yang tidak pernah berubah isinya semenjak diturunkan Allah SWT itu kepada Nabi Muhammad. “Waktu itu ikut tes buat kuliah di Mesir. Terus dapat panggilan tuh. Eh, pas ikut tes polisi, dapat panggilan. Tapi justru yang paling susah itu menentukan pili­han antara cita-cita kuliah di Mesir dan mendalami ilmu agama atau menjadi polwan. Karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali,” serunya.

Baca Juga :  Diduga Slewengkan Dana Bansos, Kades di Bogor Digaruk Tim Siber Pungli

Akhirnya ia memutuskan untuk menjadi polwan karena ia menilai ini merupakan jalan hidup yang telah di­takdirkan untuknya. Menurutnya, mes­ki tanpa kuliah di Mesir, ia masih bisa terus memperoleh ilmu yang tak kalah berharga dari menghapal Alquran yang bisa ia lakukan sembari menjalani pro­fesi sebagai pelayanan masyarakat di kepolisian.

“Iya, dari kecil sama sekali tidak ter­pikirkan soalnya bakal menjadi polwan. Jadi polwan juga karena ada dorongan dari teman-teman dan guru di Pondok Pesantren Al Ittifaqiyah, Kabupaten Ogan Ilir,” sambungnya.

Dara kelahiran 15 Agustus ini juga memiliki cara tersendiri dalam meng­hapal Alquran, yakni dengan membaca tiga kali kemudian diulang kembali setiap ayatnya. Dengan cara itu, ia men­gaku optimis bisa segera menghapal 30 juz.

Sempat Ditolak Ortu

Meski kini telah menjadi seorang polwan dengan satu keahlian istimewa, namun Bripda Rizka sempat tidak men­dapat restu dari kedua orang tuanya saat akan mengikuti tes menjadi ang­gota polri. “Ibu sempat tidak setuju karena khawatir hapalan Alquran saya akan hilang jika menjadi polisi. Ia juga tidak rela kalau jadi polisi itu harus me­lepas jilbab saat bertugas,” tuturnya.

Baca Juga :  Diah Pitaloka Menyebut RUU TPKS Sangat Identik Dengan Perempuan

Sementara sang ayah Abdillah Gof­far terus meyakinkan sang istri untuk mendukung pilihan anaknya menjadi seorang abdi masyarakat. Dengan tidak adanya restu dari sang ibu, Rizka men­gaku sempat mengalami situasi dile­matis jika harus melepas jilbabnya saat menjalani pendidikan di sekolah Pol­wan Ciputat. “Waktu penerimaan me­mang ada kebijakan dari Kapolri waktu itu, Jendral Polisi Sutarman yang mem­bolehkan Polwan mengenakan jilbab. Namun, tak lama kemudian, kebijakan itu ditarik. Saya pun nyaris memilih mundur dan pulang ke Palembang,” kenangnya.

Sudah kepalang basah, Rizka pun bertekad untuk melanjutkan pendidi­kannya dan bersedia melepas jilbabbya dengan perimbangan di sekolah Polwan tidak ada siswa laki-laki yang akan jela­latan di asrama wanita. “Waktu itu saya malu dengan Allah SWT,” pungkas ang­gota Polwan yang pada 2016 berencana melanjutkan pendidikannya ke Univer­sitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang itu.