Untitled-9MENJALANI pekerjaan sesuai dengan hobi adalah salah satu anugerah paling besar dalam hidup kita. Bayangkan betapa tersiksanya orang-orang yang harus menekuni pekerjaan yang tak disukainya setiap hari. Bergelut dengan masalah-masalah yang tidak kita sukai akan menjadi salah satu beban besar yang memberatkan hati maupun kondisi fisik kita.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Hobi memang sangat menyenangkan bila bisa dijalani sambil menghasil­kan uang. Hal ini juga dibuktikan oleh seorang wanita bernama Mar­lin Sugama yang sudah tergila-gila dengan du­nia animasi dan game sejak kecil.

Sejak kecil Marlin memang sudah menyu­kai segala hal yang berbau animasi, game dan fantasi. Kecintaannya pada dunia tersebut membuat Marlin sangat gembira saat sang ayah membelikannya konsok game Atari di ta­hun 1988. Kecintaan pada dunia animasi yang penuh warna tetap terbawa hingga ia beran­jak dewasa.

Meski terus mencintai dunia animasi dan game yang sudah menjadi bagian erat dari dirinya, Marlin Sugama tak lantas memutus­kan untuk menyelesaikan jenjang kuliah di bi­dang animasi. Ketika itu ia malah memilih ku­liah di jurusan ekonomi untuk menghormati keinginan kedua orangtuanya. Di bangku ku­liah Marlin bertemu dengan Andi Martin yang kini menjadi suaminya.

Bersama Andi, di tahun 2002 sempat me­rintis bisnis rental warnet dan sempat hampir bekerjasama dengan game developer Alter­myth Studio. Namun sayangnya perbedaan pendapat membuat kerjasama tersebut malah gagal terwujud.

Baca Juga :  Puluhan Penambang Pasir Gunung Semeru Terjebak Erupsi

Bersama sang suami dan rekan kerja dari Altermyth Studio yang bernama Mohammad Fardiansyah, Marlin kemudian memutuskan untuk mendirikan studio animasi yang diberi nama Main Studio.

Hingga tahun 2015 Main Studio sudah me­miliki banyak anak usaha. Tidak hanya mem­produksi animasi 3D saja, Main Studio juga memproduksi film pendek, membuat info­grafis video animasi serta menerima penger­jaan animasi dari pihak lain. Berkat pencapa­ian yang diraih Main Studio sebagai salah satu studio animasi terbaik di Indonesia, Main Stu­dio berhasil menerima sejumlah penghargaan bergengsi sejak tahun 2007. Penghargaan terbaru yang diterima oleh Main Studio yaitu Winner Character – ASEAN Character Award di Tokyo pada tahun 2014.

Marlin Sugama sempat merasa prihatin dengan tayangan anak-anak yang beredar di televisi Indonesia. Hampir seluruh tayangan yang dikhususkan untuk anak-anak memiliki karakter yang berasal dari animasi luar neg­eri. Keprihatinan terhadap hal tersebut men­dorong Marlin dan Main Studio untuk men­ciptakan tokoh super hero asli Indonesia yang diberi nama Hebring.

Upaya untuk mempopulekan Hebring di­lakukan melalui banyak cara. Salah satunya adalah pendistribusian gratis sebagai salah satu konten provider internet di Indonesia. Di samping itu, komik cetak Hebring juga diter­bitkan oleh Gramedia dan diputar dalam ben­tuk video animasi indie di Youtube.

Baca Juga :  Jayapura Papua Diguncang Gempa, BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami

Ke depannya Main Studio berharap bisa menemukan investor yang tepat untuk mem­produksi Hebring menjadi serial TV. Sehingga anak-anak di masa kini juga bisa mengenal produk animasi Indonesia yang tak kalah keren dan berkualitas dari produk animasi luar neg­eri. Keinginan untuk memberikan kontribusi bagi dunia anak di Indonesia juga mempenga­ruhi Marlin untuk menulis sendiri jalan cerita Hebring agar kesannya lebih ringan dan sarat akan nilai moral. Selain tokoh Hebring yang menjadi andalan Main Studio, ada pula tokoh animasi Dazu yang tak kalah unik dan lucu bila dibandingkan dengan Hebring.

Sebagai seorang ibu dari dua anak, Marlin Sugama kini terus berupaya mewujudkan bi­dang animasi yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Hobinya di bidang game dan ani­masi rupanya ikut menular pada kedua buah hatinya. Marlin pun menyadari bahwa tidak ada yang salah dengan passion di bidang game dan animasi bila kita bisa mengelolanya dengan benar untuk menghasilkan sesuatu yang positif.

Kira-kira kejutan apalagi ya yang akan disuguhkan Main Studio untuk dunia animasi di Indonesia? Di bawah kepemimpinan sosok Marlin Sugama, kita nantikan saja pencapaian prestasi terbaru dari Main Studio yang turut menyemangati pekerja bidang animasi lain­nya di Indonesia.

(MAX)