IMG_9636HARAPAN kepada Menpora Imam Nahrawi untuk segera menyelesaikan konflik dengan PSSI terus dilontarkan oleh klub-klub yang bernaung di bawah PSSI seperti Persikabo Kabupaten Bogor

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Direktur Operasional Persikabo, Mahfudyono menegaskan sepakbo­la adalah hiburan rakyat dan tem­pat mencari nafkah jutaan pemain. Dengan demikian, konflik yang terjadi antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dan PSSI sudah membunuh lapangan kerja pemain karena kompetisi ti­dak terhenti.

Dirinya menaruh iba pada insan persepakbolaan Tanah Air yang menggan­tungkan hidup pada si kulit bun dar. “Dengan kondisi sepak bola seperti saat ini, tentu saja kasihan masyarakat pencinta bola. Sudah ke­hidupan sulit hiburan rakyat tidak ada,” kata Mahfudyono.

“Sebaiknya antara PSSI dan Menpora duduk bersama. Akan lebih indah jika proses berjalan seperti pemilihan Presiden yang dahulu. Siapapun yang menang dikasih kes­empatan untuk menjalankan sambil di eval­uasi dalam perjalanannya. Diberikan waktu untuk bekerja. Harus dikedepankan sikap menerima,” lanjutnya.

Bagi Perikabo, gagasan Menpora Imam Nahrawi menggelar turnamen tanpa restu PSSI akan mubadzir karena dipastikan semua anggota sah PSSI termasuk Persikabo tak akan mengikuti turnamen itu.

“Untuk turnamen selama kita dapat atau disetujui oleh induk organisasi kita akan ikuti. Tetapi kalau tidak kita tidak akan ikut. Karena sebagai anggota PSSI kita harus patuh terhadap aturan organisasi,” ujarnya.

Dirinya juga menyayangkan gejala du­alisme yang sempat terlihat di tubuh induk organisasi sepakbola Tanah Air tersebut “Se­mentara untuk tindakan Djohar Arifin yang datang dengan mengatasnamakan ketua umum PSSI sangatlah tidak etis. Jika mau maju bertarung di Kongres harusnya ketika pemilihan kemarin baru itu lebih jantan,” tukasnya.