menpora-gelar-pertemuan-dengan-wakil-klub-isl_20150429_132304JAKARTA, Today – Arsitek Per­sija Jakarta yang juga pernah jadi interim manager Tim­nas Indonesia, Rahmad Dar­mawan, menyesalkan carut marut sepakbola Tanah Air saat ini.

Dia menyesalkan tinda­kan Menpora Imam Nahrawi yang sampai saat ini belum juga mencabut SK pem­bekuan PSSI.

Menurut Rahmad, ri­buan pesepakbola lokal maupun asing termasuk anak asuhannya di Persija telah menjadi korban dari kisruh yang terjadi antara Kemenpora dan PSSI. Hal ini menurutnya justru mem­buat sepak­bola Indone­sia semakin terpuruk.

“Konflik yang ada justru makin mem­buat sepak bola kita mundur. Saya ber­harap kisruh sepakbola di Tanah Air bisa segera selesai,” katanya.

Ia tegaskan, ribuan pesepakbola di In­donesia mengais rezeki dari sini, namun mereka kini praktis jadi pengangguran karena kompetisi terhenti.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

“Baik Menpora dan PSSI, kesampingkan ego dan duduk bersamalah!” ungkap pria 48 tahun asal Lampung ini.

Dirinya berharap agar Menpora ber­jiwa besar segera mencabut pembekuan PSSI agar semuanya bisa kembali normal dan kompetisi bisa berjalan. Dia telah di­beri amanah, namun kenyataannya malah membunuh sepakbola Indonesia.

“Kuncinya sebenarnya hanya satu; cabut pembekuan PSSI tersebut. Yang jelas, kini para pemain jadi korbannya. Tidak hanya pemain, tapi pelatih, ofisial, wasit, serta yang paling penting adalah pencinta sepakbola Indonesia. Hiburan mereka pun direnggut,” terangnya lagi.

Di kesempatan yang sama, RD pun berkomentar soal dugaan match fixing yang menimpa PSSI, khususnya timnas U-23 di SEA Games lalu.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

Seperti diketahui, mantan Menpora Roy Suryo telah mengklaim kalau reka­man pengaturan skor tersebut hanyalah rekayasa belaka. Bahkan, rekaman pembicaraan tersebut diyakininya dibuat di kantor Kemenpora.

“Saya bukan pakar telematika, jadi saya mungkin tak berkompeten soal ini. Tapi, selama saya berkiprah jadi manajer di Liga Indonesia, saya tidak pernah mendapati adanya match fix­ing. Ya, baik itu di level klub ataupun timnas,” cerita Rahmad.

Mungkin ada dalam beberapa tahun terakhir, tapi itu hanya oknum kecil. Ia sendiri tidak pernah mendapati secara lang­sung.

“Yang jelas, saya hanya ber­harap ini (dugaan terhadap Timnas U-23) bu­kan rekayasa dari suatu pihak saja untuk semakin mencederai PSSI,” tandasnya.

(Imam/net)