Adilmenjadi kontestan Piala Kemerdekaan, banyak klub sepakbola Tanah Air mengandalkan para pemain seniornya untuk turun berlaga

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Dua diantara sekian banyak klub adalah Persatuan Sepakbola Sleman (PSS) dan Persatuan Sepakbola Bantul (Persiba). Dari nama-nama pemain PSS dan Persiba yang dipersiapkan untuk Piala Kemerdekaan, materi pemain senior masih mendominasi susunan skuat inti keduanya. Bukan berarti tak memakai pemain muda, namun jumlahnya tak terlalu banyak dan hanya segelintir saja yang kemungkinan akan masuk skuat inti.

PSS misalnya, yang banyak diisi pemain-pemain senior semisal Nova Arianto, TA Musafri, Wawan Widyantoro mau­pun Syamsidar. Sementara untuk pemain muda, hanya ada beberapa saja diantaranya Ade Christian, Nanda Nasution atau Dicky Prayoga. Ironisnya lagi, nyaris semua pemain PSS ber­asal dari luar Sleman.

Bagi pelatih PSS, Didik Listyantoro, seperti tak ada pilihan lain ketika ia menangani PSS yang sudah banyak diisi pemain senior. “Justru dengan banyak pemain senior tim ini akan leb­ih stabil karena pemain sudah punya banyak pengalaman di level sepakbola profesional, tinggal bagaimana membuat mer­eka kompak dalam tim,” kata Didik.

Sementara Persiba juga megalami hal serupa dengan lebih banyak memakai pemain senior untuk Piala Kemerdekaan nanti. Bedanya, jumlah pemain senior di Persiba lebih sedikit dibanding PSS. Sebaliknya, jumlah pemain muda di Persiba lebih banyak juga dibanding PSS dengan kehadiran Saddam, Sarjono, Ibnu, Sunni dan Heru.

Pelatih Persiba, Sajuri Syahid mengatakan bahwa musim 2015 ini manajemen memang memberi sinyal untuk menye­diakan kuota lebih untuk para pemain muda. “Khususnya pe­main muda yang dari lokal Bantul, karena kita ingin memaksi­malkan potensi lokal dalam tiap turnamen yabg diikuti,” kata Sajuri.