20150811_132236Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Pasar Kota Bogor terus memacu pertumbuhan penyaluran kredit di 2015 ini. Untuk menunjang itu, pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp56 miliar. Tidak itu saja, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pun digenjot hingga Rp23 miliar dengan menerapkan strategi jemput bola ke sekolah-sekolah yang ada di Bogor.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Satuan Pengawas Intern PD BPR Bank Pasar Kota Bogor, Bambang Sulistyo, mengungkap­kan bahwa dari hasil pencapa­ian semester pertama di 2015, Bank Pasar cukup optimistis target penyaluran kredit dan penghimpunan DPK mampu terealisasi.

“Kredit kami coba salur­kan Rp5 miliar per bulan atau Rp56 miliar. Hingga semester pertama 2015 ini kami sudah salurkan hampir setengahnya. Sementara untuk DPK, tahun lalu hanya ditarget Rp16 miliar dan di 2015 ini dipacu ke Rp23 miliar. Kami rasa itu realistis,” ungkap Bambang kepada BO­GOR TODAY di kantornya, Se­lasa (11/8/2015).

 Sejumlah strategi pun dis­iapkan Bank Pasar guna meng­gapai target yang ditetapkan perusahaan. “Kami banyak memiliki produk layanna. Un­tuk saat ini, Tawa (Tabungan Siswa) cukup menjadi prima­dona, mulai dari SD, SM dan SMA. Yang sudah kerjasama ada delapan sekolah. Tahun ini kita usahakan bisa menca­pai target 15 sekolah. Inginnya semua, tapi bertahap lah ka­rena mobil kelilingnya masih terbatas. Asumsi satu sekolah 500 murid, dikalikan 15 jadi 7.500 penabung. Ini kan po­tensi yang sangat lumayan,” bebernya.

Baca Juga :  Kedai Kopi Ruang Rakyat Hadir Dengan Menu Kopi Khas Dataran Tinggi Bandung

Sama seperti perbankan pada umumnya, Bank Pasar pun menyuguhkan program berhadiah bernama Tabungan Berseri (Berhadiah Setahun Sekali). “Jadi, setiap nasabah yang menabung kelipatan Rp50 ribu akan mendapatkan poin dan akan diundi setahun sekali setiap November,” kata dia.

Hingga saat ini, Bank Pasar mengklaim telah memiliki 3.100 debitur dan 7.000 orang nasabah. Tidak puas sampai disitu, Bank Pasar juga makin getol menyalurkan dananya un­tuk UKM. Pasalnya, berdasar­kan data yang dimiliki, sekitar 91 persen penyerapan dilaku­kan untuk kredit konsumtif dan hanya 9 persen untuk modal usaha atau UKM.

Baca Juga :  Daftar 5 Harga Laptop Asus Terbaik Tahun 2021

“Banyak kendala yang diha­dapi dalam penyeluaran kredit modal usaha ini. Sebetulnya banyak yang mengajukan ke kami, tapi tebentur peraturan OJK yang di dalamnya berisi syarat harus ada agunan, harus ber-KTP Bogor, usahanya harus sudah di atas 1 tahun dan lain sebagainya. Ya, kami memang harus selektif juga. Prinsip ke­hati-hatian juga diterapkan ka­rena berdasarkan pengalaman kredit macet di sektor UKM masih tinggi,” jelasnya.

Ekspansi

PD BPR Bank Pasar Kota Bogor juga giat melakukan ekspansi dengan berencana menambah kantor kas baru di tahun ini. Saat ini, Bank pasar memiliki dua kantor kas yang terletak di Sawojajar dan Pasar Baru Bogor. “Inginnya buka di daerah Bogor Utara. Karena potensinya juga bagus. Dihara­pkan dengan sejumlah strat­gei yang dilakukan Bank pasar bisa mencatatkan laba minimal sama seperti tahun lalu, yakni sebesar Rp6 miliar. Dan mam­pu berkontribusi terhadap PAD sebesar Rp2,06 miliar,” tan­dasnya.

(Apriyadi Hidayat)