4BOGOR TODAY – Pencemaran bau dan lingkungan yang dise­babkan rusaknya sistem IPAL milik Bogor trade Mal (BTM) akh­irnya disikapi WaliKota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Orang no­mor satu di Balaikota Bogor itu memerintahkan Badan Pengelo­laan Lingkungan Hidup (BPLH) mengecek secara berkala.

“Harus dievaluasi secara berkala. Itu dalam rangka pence­gahan global warming, pem­buangan limbah harus diawasi dan kami menyarankan kepada para pelaku usaha untuk mem­buang limbahnya sesuai izin yang dikeluarkan,” ujar Bima.

Bima menambahkan, dirinya sudah mengintruksi­kan BPLH untuk melakukan monitoring setiap bulan dalam upaya pencegahan limbah ber­bahaya yang dapat merusak lingkungan.“Harus selalu dimo­nitoring dan pengelolanya wajib melaporkan pengelolaan lim­bahnya seperti apa,” paparnya.

Politikus PAN itu melan­jutkan, jika ditemukan tempat usaha yang tidak memiliki izin pembuangan limbah karena dapat mencemari lingkungan, pihaknya akan melakukan te­guran bahkan penutupan usaha. “Kita akan beri peringatan, bah­kan usahanya bisa ditutup,” te­gasnya.

Baca Juga :  Warga Perumahan Tamansari Persada Bogor Berantas Sarang Nyamuk

Salah seorang pengunjung, Roni Darmawan (24), membena­rkan di depan mal berlantai em­pat tersebut dirinya mencium bau busuk bak bangkai tak tau sebab musababnya. “Didepan mal memang bau busuk seperti bau bangkai tapi entahlah kayan­ya dari sampah deh tapi enggak tau juga,” ungkapnya.

Roni juga merasa tak nya­man dengan adanya bau busuk tersebut dan menginginkan bau tersebut tidak ada. “Sayang ban­get kan, kalo mal depannya bau bikin orang terganggu coba di­hilangkan dong baunya kan kita pengunjung juga jadi nyaman, ungkapnya.

Baca Juga :  Terlibat Kecelakaan 3 Pemotor Tewas, Sopir Melarikan Diri

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH), Lilies Sukartini, mengatakan pihaknya sudah melakukan teguran terha­dap mal BTM. “Teguran diberi­kan sebanyak tiga kali dan kalau belum mengikuti juga, tidak akan kami keluarkan izin limbahnya,” ancamnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil Lab terkait Pen­gelolaan Air Limbah milik BTM. “Kami masih tunggu sabar yah hasilnya aja baru 14 hari kerja setelah itu baru kita sidak ke lo­kasi lagi,” ujarnya.

Soal perkara bau busuk yang disebabkan oleh rusaknya Instalasi Pengelolaan Air Limbahnya, Man­ager Marketing dan Komunikasi Mal BTM, Sharon Vebrilla men­gaku pihaknya sudah membetul­kan saluran yang rusak. “Kalo soal kerusakan sudah kami perbaiki,” tandasnya.

(Guntur Eko|Yuska)