BOGOR TODAY – Warga Kota Bogor sudah mulai jengah setiap melintas di perlintasan rel kereta api. Mereka mengaku hak mer­eka sebagai pengguna jalan dirampas oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Tak hanya itu, intensitas kereta yang lewat benar-benar tak memberi kesempatan bagi peng­guna jalan untuk bebas melintas ruas jalan.

Murniati(38), warga Kayumanis, Tanah­sareal, mengaku pihaknya sedang meng­himpun masa untuk menggerudug Stasiun Bogor dan kantor Kereta Api Indonesia (KAI). “Kami minta hak kami diganti rugi. Mereka sudah tak manusiawi. Kami sudah dirampas haknya sebagai pengguna jalan,” kata dia.

Baca Juga :  Bima Arya Pimpin 74 Kepala Daerah Dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Sementara itu, Pemkot Bogor tahun de­pan berencana akan membangun Fly Over. Hal tersebut diungkapkan Walikota Bogor Bima Arya usai melakukan peninjauan ke pintu perlintasan kereta api di JL. RE. Mar­tadinata, Senin (3/8/2015).

Menurut Bima karena kemacetan di pintu perlintasan ini sangat mendesak dan banyak dikeluhkan masyarakat, maka langkah pertama yang akan dilakukan me­lebarkan jalan dan menebang pohon disisi jalan arah ke Haur Jaya.

Kedua, akan dipasang pembatas water barier agar pengendara sepeda motor ti­dak berpindah jalur yang membuat jalan bertambah macet. “Saya juga akan ber­bicara dengan PT. KAI apabila memung­kinkan agar di jam-jam sibuk durasi waktu kereta diatur tidak terlalu cepat sehingga penumpukan bisa berkurang,” ujar Bima.

Baca Juga :  Terlibat Kecelakaan 3 Pemotor Tewas, Sopir Melarikan Diri

Mengenai Fly Over menurut Bima yang didampingi Kepala Dinas Penga­wasan Bangunan dan Permukiman Boris Darusman, Camat Bogor Tengah Rah­mawati dan Lurah Cibogor Ramli Sahibu, serta Kapolsek Bogor Tengah, tidak han­ya dibangun di RE. Martadinata tetapi juga di Kebon Pedes dan MA. Salmun.

(Rizky Dewantara|Yuska)