Untitled-16BOGOR TODAY – Kebun Raya Bogor (KRB) juga dilanda kekeringan. Keker­ingan mengakibatkan beberapa tana­man kecil mati, padahal pihak KRB telah menyiapkan springkel di beberapa titik guna menjaga kelembaban tanah dan pe­nyiraman rumput.

Kekeringan yang terjadi di KRB nam­paknya mendapatkan bantuan alam, ka­rena pada Jum’at (31/7) dan Sabtu (2/8) wilayah Kota Bogor, kembali turun hujan. Selain itu pipa bantuan air di KRB dari sungai Ciliwung membantu mencukupi kebutuhan penyiraman. Beberapa waktu lalu pipa tersebut juga di cek langsung oleh Menpan-RB Yuddy Chrisnandi.

Baca Juga :  Warga Perumahan Tamansari Persada Bogor Berantas Sarang Nyamuk

Kepala Pusat Konservasi Tanaman (PKT) KRB, Didik Widyatmoko, menga­takan, pihaknya melakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari. “Kami juga membuat springkel dibebera­pa titik yang menjadi prioritas. Tanaman kecil dan rumput yang sudah menguning kami prioritaskan,” ungkapnya.

Didik menjelaskan, pohon yang mati karena kekeringan sangat sedikit, bisa dibuktikan dengan pantauan lapangan dan dari pendataan. Dirinya kembali menjelaskan, dilapangan juga jarang ter­lihat tanaman yang sampai kering sekali, karena musim kemarau kali ini. “Sumber air kami dari katulampa. Dialirkan ke kolam besar, lalu dialirkan ke kolam leb­ih kecil lalu dialirkan ke kolam yang lebih kecil lagi sehingga efektif untuk pasokan air kami,” kata dia.

Baca Juga :  Data Kependudukan Memerlukan Kebaharuan

Didik menegaskan, KRB tidak meng­hadapi jumlah kematian tumbuhan yang besar, karena pohon besar relatif berta­han. Sementara pohon kecil tidak banyak yang mati karena kekeringan. “Kekerin­gan yang berkepanjangan ini, membuat kami menghemat air. Kami proiritaskan ke tanaman kecil, karena lebih rawan dan rentan taman kecil itu,” tegasnya.

(Rizky Dewantara)