julie-estelle-574Bersama Chicco Jerikho, Glenn Fredly menjadi produser film ‘Surat dari Praha’. Film diklaim sebagai retros­pektif Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara kepada Glenn dan karyanya.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

 saat mengetahui rencana produksi film ka­rena belum pernah dihubungi sebelumn­ya. Tapi ia belum mau ambil kesimpulan karena belum melihat filmnya.

“Tapi terkait kesamaan cerita saya be­lum tahu, hanya ada kemiripan dengan ce­rita film yang saya tulis. Buku itu kan ber­isi kumpulan cerita pendek, salah satunya berjudul ‘Surat dari Praha’. Cerita tentang mahasiswa Indonesia yang dikirim Soekar­no belajar di Ceko. Tiba-tiba ada gejolak tahun 60-an, sehingga tidak bisa pulang ke Indonesia dan memutuskan menjadi eksil (orang yang terasing),” jelas Yusril saat di­hubungi terpisah.

Baca Juga :  Dukung Perwali Bogor, Kejari Berikan Pembinaan Anti Korupsi Dikalangan Pelajar

Yusril mengaku kemarin baru di­hubungi oleh Visinema Pictures selaku ru­mah produksi. “Intinya mereka mengajak saya bicara. Ini kan dunia proses kreatif, harusnya mempertimbangkan banyak hal, termasuk kesamaan judul itu. Harus riset dan eksplorasi dulu. Semoga ada kontak kelanjutan dari mereka,” harapnya

Meski proses syutingnya belum ram­pung, film ‘Surat dari Praha’ sudah mem­perkenalkan dua lagu yang bakal menjadi original soundtrack. Dua lagu tersebut ber­tajuk ‘Sabda Rindu’ dan ‘Nyali Terakhir’.

Uniknya kedua lagu itu dibawakan langsung oleh pemain utamanya, Tio Pa­kusadewo dan Jullie Estelle. Ini tentu men­jadi pengalaman tersendiri untuk kedu­anya. “Saat rekaman aku bersyukur bisa kerjasama dengan orang-orang luar biasa, music legend di Indonesia. Pengalaman bisa dimentori Glenn sangat bangga,” tu­tur Julie di tengah jumpa pers yang digelar di Kedai Filosofi Kopi, Blok M, Jakarta Sela­tan, Jumat (31/7/2015).

Baca Juga :  Data Kependudukan Memerlukan Kebaharuan

Berbeda dengan Julie, Tio justru mengaku kebingungan. Meski pernah bernyanyi dari kafe ke kafe, tapi untuk mengisi soundtrack pria berusia 51 tahun itu minim pengalaman. “Betapa tidak mudah menyanyi. Saya stres berada di ruang sempit dengan intensitas pan­jang. Di depan mic stressfull,” akunya.

‘Surat dari Praha’ merupakan retro­spektif Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara terhadap Glenn Fredly yang juga sang produser. Awal Agustus mendatang, para pemain rencananya bakal bertolak ke Praha, Ceko untuk merampungkan sisa syutingnya.