Untitled-4Suasana sebuah rumah di sudut jalan Guntur Nomor 21, Kota Bogor terlihat biasa seperti rumah hunian pada umumnya, tidak ada aktifitas yang ramai disana. Tetapi belum banyak orang yang tahu, ternyata rumah milik Dr Franz Tshai ini sudah rutin disulap menjadi pusat pengobatan alternatif Chikung Kylin setiap hari Minggu. Halaman yang luas dengan pepohonan yang rindang itu dijadikan area terapi puluhan orang yang mengikutinya.

Oleh : LATIFA FITRIA
[email protected]

Ketika disambangi di kedia­man rumah milik pria paruh baya jebolan Universitas Zurich Swiss ini, mengakui memang pengobatan Chi­kung Kylin mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Chikung Ky­lin sendiri sebuah pengobatan dengan menggunakan energi dari dalam tubuh manusia. Dimulai dengan proses me­ditasi terlebih dahulu. Dengan cara itu pasien diajak memfokuskan pikiran, melupakan sebentar sakit yang dider­ita serta masalah yang mereka hadapi. “Memfokuskan pikiran bukan perkara mudah seperti jogging atau aerobik, ada cara khusus nggak untuk membantu pasien. Pasien biasanya dibantu den­gan memperdengarkan musik atau alat bantu lainnya. Pada awalnya memang sulit. Tapi, itu bisa diatasi dengan terus berlatih,” terang Franz di dalam rumah dengan interior lawas itu.

Dilihat dari segi gerakannya, Chi­kung Kylin ini hampir mirip dengan je­nis olahraga yoga. Perbedaannya, pada pengobatan Chikung gerakannya lebih soft sehingga sangat mudah dilakukan oleh para lanjut usia (lansia). Dr Frans sendiri adalah seorang Tiongkok yang lahir di Singkawang, Borneo, Kaliman­tan Barat. Sekitar ratusan pasien setiap minggu datang ke tempat tersebut yang memang dibuka setiap hari minggu pu­kul 10.00 – 13.00 WIB. “Oh ya, pengo­batan ini tidak mengenal agama. Siapa pun dan penganut agama apapun bisa berobat di tempat ini,” tegasnya lagi.

Baca Juga :  Pengen Ngerasain Mantap – mantap Threesome, Baca Dulu 7 Hal Ini

Di teras, sekitar 10 orang bersera­gam kaos putih tampak duduk di hada­pan atau di belakang seseorang sambil menggerak-gerakan tangan serta seseka­li menekan-nekan jari dan telapak tan­gan ke tubuh orang itu. Sisanya, terlihat beberapa orang sedang mengikuti ger­akan-gerakan yang dilakukan seorang pengajar sambil diawasi seorang lain yang sesekali memperbaiki gerak atau posisi tubuh murid-murid itu.

Begitulah suasana yang terjadi pada setiap hari Minggu di kediaman dr Franz Tshai, Ketua Pelaksana Perguruan Chi­kung Kylin yang sengaja menyediakan rumahnya untuk pengobatan gratis dengan metode Chikung.

Di rumah itu pula, Franz dibantu anggota senior Chikung Kylin juga men­gajarkan ilmu Chikung kepada siapa saja yang hendak menguasai ilmu atau seni mengolah energi tubuh yang berasal dari China itu.

“Pengobatan gratis untuk semua golongan masyarakat ini sudah berja­lan 10 tahun. Awalnya saya sendiri yang melakukannya, tetapi dengan bertam­bahnya anggota maka para anggota senior itulah yang sekarang membantu untuk memberikan pengobatan. Karena prinsip ajaran kami adalah memberikan kemampuan yang kami miliki kepada siapapun,” kata dia.

SUDAH DIGUNAKAN 5000 TAHUN LALU DI TIONGKOK

Chikung adalah ilmu atau seni yang mengajarkan cara mengolah energi di dalam tubuh dengan tujuan un­tuk meningkatkan kesehatan holistik yaitu tubuh, piki­ran dan jiwa yang lahir sekitar 5.000 ta­hun lalu di negeri Tiongkok.

Sementara ajaran Chikung Kylin merupakan aliran Chikung telah mengadop­si semua gerakan terbaik dari semua ilmu yang ada sehingga ger­akan Chikung Kylin sangat sederhana dengan hasil sangat mu­dah dirasakan.

“Saya beruntung waktu mempelajari Chikung sudah ada aliran ini sehingga mudah diterapkan dan diajarkan kepada yang lain,” kata mantan anggota DPR RI tahun 2004-2009 dari Partai Demokrat ini.

Menurutnya, sejak memimpin perguruan ini pada 2005, Chikung Ky­lin telah memiliki anggota sekitar 4.000 orang di tiga kota yaitu Jakarta, Bogor, dan Bandung.

Baca Juga :  Ingin Tahu Rasanya Mantap – mantap di Dalam Mobil, Ini 5 Caranya

Sementara setiap hari Min­ggu, mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari, sekitar 100 sampai 150 orang pasien dengan berbagai jenis keluhan penya­kit datang untuk berobat, mulai penyakit jantung, stroke, lever, sinusitis, diabetes, dan migrain hingga pasangan suami istri yang menginginkan cepat punya anak pun datang ke tempat itu.

“Kami tidak pernah mempub­likasikan kegiatan pengobatan gra­tis ini, orang-orang yang datang bi­asanya tahu dari mulut ke mulut,” kata Franz.

Meski tidak mempromosikan kegiatannya, pasien yang datang tidak hanya berasal dari kota Bo­gor dan Jakarta, tetapi dari daerah yang cukup jauh seperti Bekasi, Tangerang bahkan Bandung.

Franz Tshai mengatakan ajaran Chikung Kylin memang mampu mengobati beberapa penyakit yang tidak dapat ditangani oleh ilmu kedok­teran Barat, karena dengan ilmu ini se­tiap orang bisa melatih energi vitalnya untuk mengobati bagian tubuh yang sakit.

Namun dari semua kemampuan itu, yang penting bagi Franz dan selalu di­tekankan pada semua anggota Chikung Kylin adalah untuk membagikan ilmu yang dimilikinya kepada sesama ma­nusia tanpa membedakan suku, agama dan kemampuan ekonominya.

Kegiatan pengobatan gratis Chikung Kylin yang memandang semua manusia adalah sama dan sederajat untuk diobati dan mendapat kesembuhan dari Tuhan juga diharapkan menjadi pengobatan bagi kehidupan manusia yang semakin tamak harta dan melupakan kodratnya untuk saling membantu dan mengasihi sesama manusia.

“Saya ajarkan kepada anggota untuk berbagi dengan orang lain. Karena ilmu yang baik harus dimanfaatkan untuk sesama. Kebahagiaan terbesar dalam hidup kita adalah jika kita bisa berguna bagi orang lain,” kata Franz. (*)