Untitled-18Pantauan BOGOR TO­DAY, puluhan orang dari berbagai unsur, seperti kontraktor hingga organ­isasi masyarakat (ormas) memadati kantor tersebut. Mereka mengawal adanya verifikasi yang berlangsung hingga sore hari, ke­marin. Walau sempat ricuh akhirn­ya kantor ULP kembali sepi sekitar pukul 17:00 WIB.

Ketua Forum Pengusaha Jasa Konstruksi Kota Bogor, Dedy Su­marna, membantah jika pihaknya melakukan intimidasi atau pe­malakan proyek terhadap pegawai ULP. Ia mengklaim, hanya terjadi kesalahpahaman saja antara para kontraktor Kota Bogor. Saat ditan­yakan jenis proyek dan jumlahnya Dedi, enggan menjawabnya. “Han­ya salah paham saja, jadi dimediasi dan diselesaikan,” kata dia.

Sementara itu, salah satu Staf ULP yang enggan namanya dikoran­kan mengatakan, keramaian di kan­tor ULP ini terkait dengan tujuh paket pengadaan yang akan dilelang­kan. “Semuanya ada tujuh paket, ter­bagi kategori ada jasa konsultan, jasa kontruksi dan perbaikan jalan. Ra­mainya kantor ULP sedang ada veri­fikasi, semuanya ada tiga kontraktor yang ikut serta,” ungkap sumber itu.

Baca Juga :  Tender Barang dan Jasa di Kota Bogor Capai 70 Persen

Lebih lanjut dirinya mengata­kan, proses ini bisa disebut verifi­kasi ulang sehingga nantinya diten­tukan pemenangnya siapa. “Dari tujuh paket itu, ada Pembangunan Damkar Sukasari yang nilainya cukup besar Rp 1,85 miliar. Semen­tara itu pengadaan lainnya senilai berkisar dari Rp 200 juta hingga Rp 500 jutaan, seperti perbaikan jalan di daerah Kayumanis, Kelurahan Tanah Sareal,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapten Mirza, Pilot Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua Warga Bogor yang Dikenal Supel

Ia juga menjelaskan, sebenarnya untuk masuk ke ULP tidak bisa ban­yak orang seperti ini. Tetapi agar adanya penyelesaian dan mediasi diperbolehkan, sehingga semuanya lancar dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Saya setuju untuk kedepan ULP lebih dijaga dengan unsur TNI atau Kepolisian agar tidak terjadi ricuh lagi. Tapi kali ini juga kami sudah berkoordinasi dengan Polres Bogor Kota, pada akhirnya situasi aman dan klarifikasi berjalan lancar,” tuntasnya.

RIZKY DEWANTARA/YUSKA APITYA
[email protected] (*)