IMG_9772Anggota tim transisi, Cheppy T. Wartono. mengatakan bahwa KLB menjadi agenda terdekat tim transisi setelah Piala Kemerdekaan. Salah satu tujuannya adalah mencari pemimpin PSSI yang baru agar sta­tus dibekukan segera dicabut. “Kami sedang merancang KLB secepatnya. Targetnya awal 2016 sudah beres semua. Semua sedang dilakukan persiapannya,” katanya, Senin (14/9/2015).

Untuk menggelar KLB, lanjut Cheppy, dibutuhkan inven­tarisasi jumlah anggota-anggota PSSI. Sebab, sebelumnya fed­erasi sepakbola Indonesia itu mengklaim ada 777 anggota PSSI. “Maka dari itu, kami ingin inventarisasi lagi. Apa benar segitu jumlahnya, kami akan data dulu dan harus diverifikasi tentu­nya,” kata dia.

Selain mengadakan KLB, tugas tim transisi juga melakukan komunikasi dengan FIFA. Rencananya tim transisi juga akan segera memutar kompetisi. Keyakinan Tim Transisi dalam melakukan KLB PSSI semakin kuat lantaran keinginan dan do­rongan dari para peserta turnamen Piala Kemerdekaan.

Baca Juga :  PWI Kota Bogor Berangkatkan 10 Wartawan Dalam Seleksi Porwanas Tingkat Jabar

Jika sesuai rencana, dilanjutkan Cheppy, maka KLB PSSI akan terlaksana Desember 2015. “Bahkan, kami sudah mendapatkan beberapa gambaran sosok-sosok yang akan maju dalam KLB. Ada beberapa calon yang kita lihat totalitasnya. Ada beberapa juga yang diusulkan klub peserta Piala Kemerdekaan,” ujarnya.

“Namun nanti, semua kita serahkan kembali dalam me­kanisme KLB. Komunikasi kami dengan klub, intinya memer­lukan orang-orang yang fresh dan berintegritas. Sampai hari ini, sudah ada kandidat-kandidatnya, tapi nanti kita juga minta pendapat Presiden,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sosialisasikan DBON, Menpora Bakal Teken MOU Pada Hari Pers Nasional

Ditambahkannya lagi, nama-nama yang telah dikantongi tersebut, bakal disimpan rapih dan menunggu saat tepat untuk disampaikan ke publik. Sebab, tidak ingin terburu-buru dalam mengambil segala tindakan.

“Ada saran dan masukan dari mayoritas teman-teman klub (peserta Piala Kemerdekaan), yakni figur dari TNI (tentara na­sional Indonesia). Sebab, kita butuh figur yang kuat dan khas. Ada juga yang minta dari level sipil. Tapi mayoritas atau 70 persen (peserta Piala Kemerdekaan), menginginkan dari TNI. Apakah itu TNI yang masih aktif atau tidak, kita lihat lagi nanti,” tutupnya.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo

[email protected]