Untitled-2Lebih dari 45 tahun, Haier Group Corporation (Haier) menjual produk peralatan elektronik rumah tangga di Indonesia, mulai dari mesin cuci, kulkas, pendingin ruangan (AC), dan televisi. Kini, Brand yang dikenal dengan nama Sanyo itu mengumumkan perubahan nama menjadi Aqua di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Dalam rangka meningkatkan minat pasar, perusahaan asal Jepang ini mengganti nama atau merek produk yang sebelumnya dikenal sebagai Sanyo menjadi Aqua. Execu­tive Director Kenji Sadayuki berharap, dengan perubahan nama ini, pasar bisa lebih ter­tarik.

“Awalnya brand Aqua ini pertama kali kita pasarkan di Jepang pada 2012 dan berhasil. Nama Aqua kini sudah lekat dengan masyarakat Jepang se­bagai produk peralatan rumah tangga, brand ini kemudian dibawa ke Indonesia dengan harapan mendapat sambutan yang sama,” ujar Direktur Ek­sekutif Haier Asia Co.Ltd, Kenji Sadayuki.

Perubahan nama tersebut, katanya, akan diikuti dengan penarikan seluruh produk ele­ktronik rumah tangga Sanyo di sejumlah lokasi penjualan, untuk kemudian digantikan dengan merek Aqua. “Tapi nanti penarikan barang ini akan kita buat bertahap, tidak bisa lang­sung cepat beralih,” ujarnya.

Kenji juga menegaskan mutu produk pengganti, yang dihadirkan perusahaan pengakuisisi bisnis peralatan listrik Sanyo pada 2011 ini, tidak akan berkurang. Bahkan, lan­jutnya, kualitas tersebut akan disertai dengan inovasi baru yang diharapkan dapat disukai masyarakat Indonesia.

“Kelak produknya akan se­makin inovatif, ini karena kami menargetkan ada peningkatan minat, yang mana saat ini kon­sumennya menengah ke bawah kemudian menyebar pada me­nengah ke atas,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Haier Electrical Appliance In­donesia Shinichi Nakase menu­turkan Aqua sudah dapat dite­mukan di seluruh Indonesia melalui sejumlah cabang peru­sahaan dan agen penjualan di beberapa kota.

Ia juga menambahkan ter­dapat 125 pusat perbaikan un­tuk Aqua, sehingga masyarakat tidak akan kesulitan ketika ada keluhan. “Di sini saya tegaskan, seluruh produk Aqua yang di­jual di Indonesia akan meng­gunakan standar Jepang, se­hingga barangnya berkualitas unggul,” kata Shinichi.

Produksi Kulkas Aqua

Setelah resmi mengganti nama, Pabrik Haier yang ter­letak di Cikarang, langsung memproduksi lemari es atau kulkas dengan merek baru tersebut. “Sekarang kapasi­tasnya 850 ribu unit. Targetnya tahun depan 1 juta unit,” ujar Shinichi.

Nakase menuturkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 65 persen lemari es dialokasikan untuk pasar dalam negeri. Se­mentara sisanya diekspor ke luar Indonesia antara lain ke Malaysia, Thailand, Jepang, dan bahkan ke Nigeria.

Dari sisi bahan baku lemari es, sebanyak 15 persen diim­por dari luar Indonesia. Saat ini, Haier tengah mengana­lisa agar bisa memproduksi bahan baku di dalam negeri. Menurut Nakase, tidak mudah menciptakan 15 persen bahan baku lemari es ini di Indone­sia, karena Haier tidak pernah membuat bahan baku terse­but.

Sedangkan untuk peralatan rumah tangga elektronik lain­nya, yakni mesin cuci, pendingin ruangan, dan televisi, diproduksi dan diimpor dari China dan Thailand.

Menurut Excecutive General Manager Fajar Surya, produk Aqua di Indonesia yang men­jadi andalan adalah lemari es dan mesin cuci. Komposisinya 45-50 persen untuk lemari es, 30 persen mesin cuci, dan si­sanya televisi dan pendingin ruangan.

Dari komposisi tersebut, penjualan lemari es sebanyak 50.000 unit-70.000 unit dan mesin cuci kurang dari 50.000 unit. Harganya berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 4,5 juta per unit untuk lemari es, Rp 2 juta-Rp 3 juta per unit untuk mesin cuci, Rp 3,5 juta sampai RP 6 juta per unit untuk pendingin ruangan, dan Rp 3,5 juta-Rp 6 juta per unit untuk televisi.

(Apri/KPS/ANT)