Untitled-4BOGOR, Today – Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) siswa bi­asanya hanya diisi dengan materi kepemimpinan, pembinaan mental dan games. Tapi berbeda dengan LDK yang dilakukan di SMA Pesat Bogor yang menggelar acaranya pada 18-19 September 2015, lalu di Bukit Air Resto, Jl. Babakan Encle, Desa Sukaharja, Kampung Babakan, Ciomas, Kabupaten Bogor. LDK yang diper­untukan bagi kelas 10 ini diaplikasikan dengan konsep religius, terampil, berpengetahuan, berwawasan Pancasila serta berdaya saing tinggi. Berbagai kegiatan seperti shalat tahajud, shalat Ju­mat, ceramah atau kultum, training motivasi, hingga shalat wajib berjamaah dan kegiatan tadarus Al-Qur’an.

Lida Hasanah, S.Pd , Kepala Sekolah SMA Pesat Bogor mengin­gatkan pentingnya posisi dan jiwa kepemimpinan. “Setiap orang punya jiwa kepemimpinan, meskipun dia bukanpemimpin. Tiap-tiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai per­tanggungjawabannya. Pemimpin itu mempunyai kekuatan untuk member pengaruh,” ujar Lida. Ia juga menuturkan empat poin kepemimpinan yaitu pertama, Think Different (berpikir berbe­da), pemimpin harus mempunyai pemikiran yang menyeluruh dan bisa menyelesaikan masalah. Kedua, attitude that make him/ her different (sikap yang berbeda) yaitu sikapnya mampu men­gubah lingkungan, bukan lingkungan yang mempengaruhi dia. Ketiga, care (peduli), peduli sama semua orang termasuk pada dirinya sendiri. Keempat, Initiate (inisiatif ), banyak inisiatif dan banyak akalnya demi orang banyak.

Sementara Drs.H.Mochamad Sjahuri, M.Si , Ketua Yayasan Pesat Birrul Walidain memaparkan kiat sukses dengan SETYAWAN (Syukur, Empati, Tekun, Yakin, Asah kemampuan, Wujudkan impian, Amal dan ibadah tingkatkan, Nikmati hasil perjuangan kita). “Agar cita-cita kita terwujud, wujudkan impian anda. Untuk mewujudkan impian ini bias kita mulai dengan membuat target jangka pendek, menen­gah dan panjang. Dengan ad­anya target akan lebih terarah hidup kita dan member moti­vasi untuk mengejar cita-cita kita,” ungkap Sjahuri.

Kepada para pelajar ia juga menuturkan, biasanya kalau kita punya cita-cita dan keingi­nan, pinginnya yang tertinggi dan terbaik, sehingga ada perib­ahasa gantungkan citacitamu setinggi langit. “Karenanya, agar cita-cita dan keinginan kita tercapai setinggi mungkin dan mendapat yang terbaik, kita ha­rus juga meningkatkan amal dan ibadah kita,” ujarnya memberi motivasi. Melalui pembiasaan, proses transfer nilai-nilai ini akan membentuk karakter pe­lajar di masa mendatang, teru­tama karakter yang berakhlak dan cerdas. Sehingga, melalui pembiasaan LDK yang bermak­na, LDK menjadi ajang istimewa dan bukan LDK biasa.

(Heru Budi S/SMA Pesat Bogor)