anies-baswedan-paramadina-jokowi-bima-arya-1BOGOR TODAY – Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, ternyata sering berkencan berdua dengan Presiden Joko Widodo ( Jokowi). Tak sekedar kencan biasa, ked­uanya sering curhat soal macet di Bogor.

“Saya memang sering ngobrol dengan Pak Jokowi. Ngobrolnya juga bukan soal biasa, tapi soal macet dan solusinya,” ujar Bima, ke­marin.

Apalagi jika mobilitas kereta api melintas se­tiap tiga menit sekali, kata Bima, itu merugikan. “Ya, Pak Jokowi pun mau bantu keluhan saya,” ucap Bima. “Disposisi itu mendapatkan respon baik, kemarin saya dipanggil Kemen PU akan ada percepatan pembangu­nan di Kota Bogor,” ujarnya.

Selain itu, pusat juga akan melakukan percepa­tan pembangunan Bogor Inner Ring Road (BIRR) menuju Pasir Kuda, peker­jaan ruas jalan R3, undper­pas, flay over dan bantuan bus Transpakuan. “Tahun ini dirumuskan dan diang­garkan untuk tahun depan. Ini harus solid dan kompak, sistem lelang harus disem­purnakan dan lelang dima­jukan,” tuturnya.

Program yang akan mendapatkan bantuan pusat adalah tiga fly over, underpas Terminal Ba­ranangsiang, pedestrian di sekeliling Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor (KRB) serta perbaikan Jalan Otista.

Bima berharap, pena­taan Kota Bogor rampung pada tiga tahun mendatang. Sebab, awal 2017 Light Rail Transit (LRT) akan masuk di Kota Bogor. “Anggaran semua dipusat, kalau kata Presiden masukan saja semua, dari pusat yang ngerjain kita hanya terima beres, buat kita senangnya begitu juga engga repot kita,” tuturnya. “Tahun depan transfer bantuan meningkat drastis, minimal Rp100 miliar untuk setiap kota dan kabupaten,” jelas­nya.

(Guntur Eko Wicaksono)