Persikabo-(2)PERSIKABO saat ini masih terpu­ruk dalam mati suri. Butuh sosok baru yang bisa menjadi bapak untuk menuntun Persikabo kembali bangkit dan mulai berjalan menuju kondisi terbaik seperti masa kejayaannya dahulu.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Setelah beberapa mantan pemain Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor (Per­sikabo) yang menyatakan ingin menggelar per­tamuan akbar untuk membahas nasib tim ke­sayangan masyarakat Kabupaten Bogor tersebut, kini giliran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabu­paten Bogor yang angkat suara.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bo­gor, Wawan Haikal Kurdi angkat suara dan melontar­kan wacana perlunya Persikabo diambil alih oleh oihak yang bisa mengelola aset berharga Bumi Tegar Beriman tersebut. “Perlu ada yang bisa menjadi bapak bagi Per­sikabo,” katanya.

Dirinya juga menyoroti terkait pelunasan gaji pemain yang hingga saat ini masih terkatung-katung, tersendat se­lama hampir tujuh bulan. “Soal gaji pemain itu hal yang paling krusial. Pasalnya gaji itu hak pemain yang wajib di­penuhi oleh pihak manajemen Persikabo. Apalagi mereka sudah melaksanakan kewajiban dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, pembinaan pemain muda sebagai estafet pesepakbola Kabupaten Bogor ke depan juga jadi pokok perhatian wakil rakyat itu. “Kami ingin menyelamatkan Persikabo. DPRD siap duduk bareng dengan seluruh ele­men yang peduli dengan nasib klub ini,” tegasnya.

Namun, terkait kabar yang berhembus bahwa dirin­ya hendak mengambil alih kepemilikan Persikabo dari tangan PT Cikeas Putra milik Muhammad Haris selaku manajemen Persikabo, pria yang juga menjabat sebagai Ketum PGPI ini membantahnya.

“Saya belum ada pikiran sampai kesana. Saya hanya ingin menyelamatkan Persikabo saja, tidak ada maksud lain. Jujur saja, saya kasihan dengan nasib para pemain yang gajinya belum dilunasi. Anehnya lagi, banyak peru­sahaan besar di Kabupaten Bogor dan punya APBD ber­limpah, masa tak ada yang peduli dengan Persikabo,” pungkasnya.