Untitled-7Virus MERS kembali merebak belakangan ini, hingga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengimbau WNI yang bepergian ke luar negeri untuk waspada. Namun tahukah Anda mencegah penyebaran virus mematikan ini cukup mudah, yakni dengan rajin mencuci tangan dengan sabun

Oleh : LATIFA FITRIA
[email protected]

Belum lama ini, Men­teri Kesehatan Nila Moeloek mengim­bau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berpergian atau berak­tivitas ke Korea Selatan dan Arab Saudi, untuk mewaspa­dai virus korona penyebab Mers (middle east respiratory syndrome). Meski sampai saat ini belum ada WNI yang ter­tular virus Mers, pemerintah akan tetap terus melakukan pemantauan.

Salah satu Pengamat Ke­sehatan, Drh Imron Suandy MVPH mengatakan belum ada pembatasan bepergian ke negara endemik MERS. Na­mun, lanjutnya, ada sejumlah anjuran bagi masyarakat yang akan bepergian ke Korea Se­latan atau Arab Saudi.

Baca Juga :  Pengen Ngerasain Mantap – mantap Threesome, Baca Dulu 7 Hal Ini

“Yang perlu diperhatikan adalah rajin mencuci tangan pakai sabun, menghindari rumah sakit yang menangani MERS, selalu menggunakan masker saat bepergian, hindari kontak dengan Unta dimana virus Mers berasal dari hewan tersebut,” urai Kepala Seksi Pengujian Produk Hewan Kantor Direktorat Jendral Pe­ternakan dan Kesehatan He­wan Kementerian Pertanian Indonesia, Drh Imron Suandy MVPH.

Imron melihat, penularan Mers yang terjadi satu bu­lan terakhir di Korea Selatan lebih menyebar dibandingkan kasus-kasus yang terjadi sebe­lumnya di Arab Saudi. Menu­rutnya, gejala penularan Mers kali ini superspreade, satu orang bisa menularkan penya­kit kepada puluhan orang lain.

Baca Juga :  Ingin Tahu Rasanya Mantap – mantap di Dalam Mobil, Ini 5 Caranya

Ia meminta kepada, agar selama WNI berada di Korea Selatan untuk membatasi kon­tak dengan mereka yang ter­kena gangguan pernapasan, seperti Influenza, dan mem­batasi kunjungan ke klinik atau rumah sakit yang menangani MERS.

“Apabila 14 hari sesudah kembali ke Indonesia ada kelu­han batuk, pilek, panas dan ke­luhan pernapasan lain, maka segera menghubungi petugas kesehatan dan bias juga sam­paikan riwayat kunjungan ke Korea Selatan,” himbaunya.

Hingga pekan kemarin, pemerintah Korea Selatan mencatat 169 orang terkena MERS. 25 orang di antaranya meninggal dunia. Pemerin­tah membatasi kunjungan di 24 rumah sakit yang sempat merawat pasien MERS. Beber­apa rumah sakit sempat ditu­tup sementara. (*)