Melihat-Penampilan-Lorenzo-Rossi-TerkesanPembalap Yamaha Movistar itu mampu menggerus keting­galan dari rekan satu timnya itu dari 23 menjadi 14 poin saja. Hasil ini dituai setelah Rossi hanya bisa finis ketiga di belakang rider Repsol Honda, Dani Pedrosa.

Lorenzo mengaku cukup beruntung setelah Marc Mar­quez terjatuh di awal balapan, membuatnya dengan mudah mendominasi balapan. Selain itu, aksi Pedrosa menghadapi Rossi juga dinilai jadi bantuan buat dirinya.

“Sebelum balapan saya mengharapkan bisa dapat keunggulan empat poin dari Valentino, mungkin tujuh, karena tidak yakin bisa menang karena Marc tampil sangat cepat sepanjang akhir pekan,” aku Lorenzo pada situs MotoGP.

“Selain itu, saya juga ber­terima kasih pada Dani, karena empat poin ini sangat penting dalam perebutan gelar juara du­nia,” lanjutnya.

Dengan kemenangan di Aragon, Lorenzo artinya sudah mengoleksi enam kemenangan sepanjang musim. Lebih baik dari torehan Rossi dan Marquez (4).

Hasil positif ini semakin membuat Lorenzo percaya diri bisa menggusur posisi Rossi di puncak klasemen.

Baca Juga :  Praveen/Melati Lolos ke Babak Perempat Final Group C Olimpiade Tokyo 2020

“Bisa memotong selisih sembilan poin sangat penting, sekarang saya hanya perlu finis pertama atau kedua dalam em­pat balapan terakhir, yang saya pikir masih realistis,” tambah rider Spanyol tersebut.

MotoGP musim ini hanya tersisa empat balapan. GP Je­pang pada 11 Oktober 2015, lalu disusul GP Australia dan Malay­sia dua pekan berselang, sebe­lum ditutup saat balapan di GP Valencia, 8 November 2015.

Rossi Siap Tempur

Bintang Yamaha Movistar, Valentino Rossi, menegaskan dirinya siap bertarung sampai detik akhir balapan MotoGP musim ini melawan Jorge Lo­renzo, yang diakui The Doctor sedang tampil mendekati sem­purna.

Setelah sempat unggul 23 poin di dua balapan sebelum­nya di Silverstone dan Misano, keunggulan Rossi di puncak klasemen MotoGP kini tergerus jadi 14 poin saja setelah Lorenzo merebut kemenangan keenam­nya musim ini di Aragon.

Rossi memuji rival terdekat­nya itu tampil sangat sempurna pada Minggu kemarin. Empat balapan tersisa pun dinilai bakal jadi masa krusial buatnya.

Baca Juga :  Rio Waida Kejar Peselancar Selandia Baru

“14 poin itu kecil, angka yang kecil, jadi saya pikir ini akan jadi sangat sulit,” ujar juara dunia tujuh kali kelas premier terse­but, pada situs MotoGP.

“Melihat perbedaan poin, saya selalu mengatakan setelah empat atau lima balapan gelar juara dunia akan ditentukan di Valencia. Saya harap bisa bersa­ing di sana,” lanjut Rossi.

Dalam balapan di Aragon kemarin, Rossi menghadapi duel ketat dengan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa.

Keduanya bersaing dalam lima lap terakhir dengan jarak yang begitu tipis, saling balap, sampai akhirnya Pedrosa berha­sil rebut pos kedua.

Hasil ini membuat Rossi hanya bisa menambah 16 poin menjadi total 263 poin. Semen­tara itu, Lorenzo terus mengin­tai dengan 249 poin. Persaingan bakal ketat, namun VR46 siap hadapi kesempurnaan Lorenzo.

“Pertarungan tahun ini an­tara saya dan Jorge sangat sulit, dan Jorge tampil fantastis. Dia sangat dekat ke kesempurnaan, jadi akan sangat sulit,” tambah rider 36 tahun tersebut. (*)