Untitled-3PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dengan segala pemahamannya senan­tiasa menghadirkan sesuatu yang baru dalam kehidupan. Tak hanya ber­dampak kemajuan, resiko perbedaan dan berbagai nilai juga turut mem­pengaruhi sudut pandang. Karenanya, para santri diharapkan mampu menyeleksi dan memahami apa yang akan mereka jumpai di kehidupan mereka kelak.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Pentingnya aktivitas membaca dalam rangka memperluas wa­wasan dan membuka cakrawala dunia, sudah digariskan dalam Al-Qur’an. Karenanya, Modern Islamic Boarding School Daarul Uluum Bogor fokus memberi bekal kajian yang dilan­dasi referensi dan budaya literasi yang benar. Itulah sebabnya, para siswa dan siswi yang duduk di bangku akhir harus masuk dalam program ujian Fathul Kutub yang sudah dijalankan madrasah ini sejak 1983 lalu.

“Fathul Kutub ini sangatlah diper­lukan, karena, di dalam kehidupan ini mereka dituntut untuk mampu mema­hami berbagai macam persoalan yang berkaitan erat dengan keberadaan mer­eka sebagai santri. Sehingga mereka bisa menghadapi segala masalah dengan si­kap yang bijak,” ujar Ustadz Iqbal Ha­rafa, S.Ag., Direktur Pesantren Modern Daarul Uluum Bogor. Iqbal menegaskan, pentingnya kajian khasanah pengetahuan Islam ini juga disebabkan berbagai aliran dan mazhab yang pasti akan bersentuhan dengan para santri. “Jika tidak dibiasakan untuk melakukan kajian, warna mereka akan seperti warna dimana mereka ting­gal. Harapannya, jika para santri tahu dasar keilmuan tertentu, ia bisa mem­pertahankan sikap dan mengambil sikap bijak,” jelasnya.

Baca Juga :  IPB Bangun Ketahanan Pangan Keluarga di Tengah Pandemi Melalui "Budikdamber"

Pimpinan pesantren yang beralamat di Jl. Durian Raya No.76, Bantar Kemang, Bogor itu juga menjelaskan bahwa Fathul Kutub juga memiliki pesan agar para santri membaca dan mengamati dengan kaidah yang benar, menjadikan manusia tahu akan maksud penulis dan para ula­ma, sehingga menjadikan dirinya paham.

Santri juga terlatih untuk tidak salah baca yang membuat kesesatan dalam pemahaman dan penyampaian. “Melalui ujian ini, mereka juga dapat mengetahui ulama-ulama terdahulu beserta karya-karya mereka dengan segala isinya. Ti­dak hanya itu, mereka pun terlatih untuk menjawab masalah-masalah yang ada di masyarakat dengan merujuk kepada buku-buku rujukan asli dari para ulama terdahulu. Bahkan, para siswa dapat menyimpulkan pendapat beberapa ula­ma dari berbagai kitab yang tersedia,” paparnya. Akhirnya, para santri bisa bersikap toleran dan memandang bahwa perbedaan itu adalah rahmat.

Karenanya, kegiatan ini juga bisa di­jadikan langkah awal untuk memahami kitab kuning, sekaligus menjadi pemicu semangat bagi segenap santri untuk terus belajar dan memahami kitab-kitab klasik yang mengandung ilmu pengeta­hun Islam. Lebih daripada itu, tujuan mengadakan acara ini adalah menjun­jung tinggi dan mengenalkan ajaran Islam secara lebih mendalam kepada seluruh siswa, sehingga mereka mempunyai pen­getahuan yang luas dan tidak bersikap fanatik terhadap suatu madzhab apapun.

Baca Juga :  SOLUSI ADANYA DIKOTOMI SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA

Sementara itu, Hasbulloh, SE., MA.E.k, Kepala Sekolah MA Daarul UluumBogor menambahkan, keluaran dari ujian Fathul Kutub ini juga mengajarkan para antri untuk selalu ikhlas mengabdi kepada masyarakat atas dasar keilmuandan pengetahuan. Lebih jauh lagi, Hasbulloh memaparkan ujian ini dapat menjadikan siswa memahami buku-buku berbahasa Arab. Akhirnya, setiap siswa benar-benar mampu me­ningkatkan bahasa Arab dan menggu­nakannya sebagai ‘kunci’. “Mereka juga dapat meningkatkan wawasan tentang literatur-literatur Islam klasik maupun modern, yang berujungpada peningka­tan wawasan keilmuan dan kebiasaan membaca. Sehingga para santri kelas akhir terbiasa membaca dan memaha­mi kitab-kitab salaf dan khallaf dengan mengedepankan penguasaan ilmu nah­wu dan shorf sebagai kunci ilmu yang berbahasa arab,” jelas Hasbulloh.

Pesantren moderen yang berdiri sejak 26 Juli 1971 itu, menggelar ujian Fathul Ku­tub sejak Minggu (27/09/2015) lalu hingga Kamis (08/10/2015) mendatang dan diikuti oleh 27 siswa MA Daarul Uluum. Para siswa akan menghadapi penguji dan materi yang berbeda selama 12 hari itu. Materi Dirosah Islamiyah akan diuji oleh Al-Ustadz Iqbal Harafa, S.Ag, Tafsir dan Uumut Tafsir akan diuji oleh Al-Ustadz Nasrudin Latif, Fiqh, Fiqhul Ikhtilaf dan Bahtsul Masail akan diuji oleh Al-Ustadz Abdullah Abbas, S.Pd. I dan materi Aqidah Wal Akhlak akan diuji oleh KH. Aep Saepudin