foto-persib-bandung-vs-diklat-persib-di-seskoad-2015-KONATE-SIM_0234vBANDUNG, Today – PERSIB tetap siap tempur menghadapi Mitra Kukar pada pertandingan semifinal Piala Presiden 2015, Minggu (4/9/2015), meskipun absen lima pemain yang sering tampil sebagai starting eleven.

Lima pemain adalah, Achmad Ju­friyanto, Zulham Zamrun, Hariono, Vladimir Vujovic, dan Ilija Spasojevic.

Kepastian pertandingan semifinal tanpa pemutihan kartu tersebut dis­ampaikan promotor turnamen Piala Presiden, Mahaka Sports and Enter­tainment, bersamaan dengan undian yang dilakukan di Hotel Century, Ja­karta, Selasa (29/9/2015). Pemutihan kartu baru dilakukan di partai final.

“Kita tetap siap tampil maksimal. Saya percaya dengan pemain-pemain lain. Mereka pasti bisa jaga performa tim,” kata pria yang karib disapa Djanur ini usai mengikuti acara undian.

Tentang undian, PERSIB akan melakoni laga tandang terlebih da­hulu ke markas Mitra Kukar. Semen­tara Arema Indonesia akan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, sehari sebelum laga PERSIB

Sementara itu, Manajer PERSIB Umuh Muchtar menegaskan, timnya sudah siap menghadapi siapapun ter­masuk Mitra Kukar pada babak semi­final Piala Presiden 2015.

Maung Bandung akan menghadapi Mitra Kukar pada pertandingan perta­ma di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (4/9/2015).

Bahkan, menurutnya, kesiapan 100 persen yang dimiliki timnya tidak terganggu oleh absennya lima pemain pilar utama PERSIB akibat akumu­lasi kartu. Umuh mengatakan, timnya akan tetap berjuang maksimal guna meraih tiket final.

“Harus siap. Kita harus juara. Lima pemain kena kartu, kita Bismillah saja, optimistis. Tinggal kita menjaga kondisi pemain saja, jangan sampai kekelahan menjelang pertandingan nanti,” kata Umuh, Selasa (29/9/2015).

Meskipun cukup optimistis dan punya motivasi untuk bertanding, Umuh mengingatkan timnya tetap waspada dan jangan terlalu percaya diri. Ia berpesan, timnya jangan menganggap enteng lawan dan tetap maksimal saat tampil nanti.

“Saya percayakan kepada pelatih (Djadjang Nurdjaman) langkah apa yang harus ambil. Pesan saya jangan anggap enteng lawan, karena kekua­tan semuanya sama. Jangan sampai berlebihan,” kata Umuh

Skema Tanpa Lima Pilar

Persib Bandung terus berbenah dalam upaya meraih hasil positif di markas Mitra Kukar, Stadion Aji Im­but, Minggu (4/10).

Salah satunya faktor konsentrasi pemain yang masih menjadi kendala sejauh ini terutama saat mengha­dapi Pusamania Borneo FC di babak perempatfinal.

Tampil perkasa tanpa kemasukan gol di fase grup, Maung Bandung malah jebol 4 kali dari 2 laga kontra Pesut Etam.

Pelatih Persib, Djajang Nurjaman merekam dalam ingatannya tentang apa kesalahan pasukannya hingga ga­wang I Made Wirawan menjadi rawan jebol di dua laga pamungkas.

Meski enggan menjabarkan den­gan detail, namun dia menyebutkan bahwa itu terjadi karena kelailaian pa­sukannya sendiri. Terutama saat Pers­ib kecolongan ketika fokus menggem­pur pertahanan lawan.

“Semua jadi pengalaman dari apa yang telah kita lakukan. Seperti waktu leg pertama lawan PBFC, dari mencetak gol cepat lalu kebalas golnya. Prosesnya seperti kita ingat melakukan kesalahan sendiri terus itu harus di minimize,” ujar Jajang saat diwawancara di Lapan­gan Sesko AD, Rabu (30/9).

Di sisa waktu yang ada, Janur men­gaku optimis timnya bisa segera mem­perbaiki celah tersebut. Meski saat ini 5 pemain inti mesti menepi karena sanksi akumulasi kartu kuning.

Absennya Vladimir Vujovic dan Ach­mad Jufriyanto di jantung pertahanan pun siap ditambal oleh Abdul Rahman dan stoper dadakan, Tony Sucipto.

“Saya tahu persis kemampuan mereka dan optimis dengan pemain yang akan turun. Saya sampaikan kalaupun ada kurangnya tidak signifi­kan,” tukasnya.

(Imam/net)