alfian mujani 240Seorang gadis ti­ba-tiba menolak dinikahkan dengan seorang pria yang sudah menjadi tu­nangannya. Rupanya si gadis menda­patkan kabar dari seorang yang dia percaya tentang ke­jelekan sang tunangan itu.

Orang tua si gadis tetap bersikukuh untuk menikahkannya karena yakin pria tu­nangan itu orang baik. Sang gadis menolak keyakinan orang tuanya. Maka, putuslah per­tunangannya. Sang tunangan tak berkomen­tar sedikitpun. Dia hanya diam, tersenyum, sesekali menundukkan muka untuk merenung dan berdoa.

Tak lama si gadis itu menikah dengan pria pemberi kabar yang dia percaya itu. Re­sepsinya ramai, karena semua yang hadir menggunjing sang penganten. Lebih heboh lagi saat mantan tunangannya datang sendi­rian ke resepsi. Dengan santun, pria seder­hana ini berkatakepada penganten pria.

Semoga selamat dan bahagia, saya sangat berterimakasih. Dia berterimakasih karena diselamatkan dari seorang wanita yang tak mau mengenal danmencintainya. Dua bulan kemudian tersiar kabar bahwa pasangan baru ini bercerai. Jodoh itu hak preogratif Al­lah, maka mintalah petunjuk-Nya. (*)