Untitled-21BOGOR, TODAY – Bupati Bogor, Nurhayanti meraih An­ugerah Aksara Madya dari Menteri Pen­didikan dan Ke­budayaan (Men­dikbud) RI, Anies Baswedan atas kin­erja dan kepedulian dalam percepatan penuntasan tuna ak­sara Kabupatan Bogor.

“Saat ini, 96,98 pers­en warga Kabupaten Bo­gor sudah melek huruf. Nah sisanya kita akan kejar terus dan tahun 2018 harus tun­tas semua,” ujar Nurhay­anti, Minggu (25/10/2015).

Beberapa strategi pun dibuat oleh Yanti untuk mengejar sisa warga buta huruf yang mencapai 66.000 jiwa. Salah satunya lewat peningkatan kegiatan wajib bela­jar.

Baca Juga :  APBD 2022 Disahkan, Masih Seputar Pemulihan Ekonomi

“Tahun 2016, kita targetkan 20.000 jiwa untuk ikut wajib be­lajar. Kemudian 2017 juga 20.000 dan tahun 2016 tinggal 16.000 kita tuntaskan,” lanjutnya.

Selain itu, kata Yanti, kom­petensi tenaga pengajar dan menyediakan anggaran khusus untuk para penyelenggara keak­saraan fungsional.

Peran desa/kelurahan dan ke­camatan juga terus ditingkatkan.

“Para alumni keaksaraan fungsional untuk mengikuti pro­gram pendidikan kesetaraan pakt A setara Sekolah Dasar (SD),” kata mantan Sekda Kabu­paten Bogor itu.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Resmi Batalkan Kenaikan UMK Bogor 2022, Bupati Ungkap Alasannya

Bupati menambahkan, Angka Melek Huruf (AMH) tahun 2015 adalah 25.000 jwa dari total ma­syarakat buta huruf sebanyak 86.000 jiwa.

Sementara Mendikbud, Anies Baswedan mengungkapkan, buta aksara di Bumi Tegar Beri­man terus turun sejak tahun 2005 lalu.

“Ini harus diapresiasi karena telah meningkatkan keaksaraan masyarakat yang menjadi kunci pembangunan sosial ekonomi Indonesia,” katanya.

(Rishad Noviansyah)