alfian mujani 240SEORANG gadis tak kunjung mendapat jo­doh. Pasalnya, bapak sang gadis itu dijuliki materialistis karena juragan material yang paling besar di daer­ahnya. Tapi orang luar daerah yang mau me­lamar anak gadis itu, memahami gelar ma­terialistis sebagai orang mata duitan.

Hati-hati menggunakan istilah. Hati-hati juga memberikan label, jangan-jangan memi­liki implikasi negatif yang tak terduga. Dosen yang suka menjual diktat mata kuliah, pada era 80-an disebut debagai diktator. Hati-hati, bisa ada yang tersinggung.

Karena itu, para ahli tata bahasa men­yarankan agar kita menggunakan bahasa yang biasa-biasa saja, yang tak ambigu atau multi­tafsir. Tak usah menggunakan bahasa tinggi hanya karena pengen terdengar keren. Per­cayalah, bahasa rakyat jauh lebih menyentuh ketimbang bahasa pejabat. Pejabat yang baik umumnya memahami rakyat, dan berkomuni­kasi dengan bahasa rakyat.