Untitled-19BOGOR TODAY – Puluhan massa yang tergabung dalam Rakyat Bogor pecinta Negara Kesatu­an Republik Indonesia (NKRI) menggelar aksi di sekitar Taman Air Mancur jalan jendral Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, kemarin. Dalam aksinya puluhan massa tersebut mem­inta pemerintah jangan meminta “maaf” kepada Partai Komunis In­donesia (PKI).

Koordinator aksi Wilyuddin Abdurrasyid, menjelaskan, bahwa dengan mengingat tragedi kekeja­man gerakan pemberontakan 30 September 1965, yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI), terhadap rakyat dan bangsa Indo­nesia, maka pihaknya selaku rakyat Indonesia, warga Bogor raya den­gan ini menyatakan. “Meminta ke­pada pemerintah melalui anggota DPR dan MPR untuk tetap melar­ang Komunisme Gaya Baru (KGB) dan mempertahankan TAP MPRS Nomor 25 tahun 1966 tentang pela­rangan partai Komunis Indonesia dan partai-partai dibawahnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  2.500 Paket Pronik untuk Kampung Tematik Durian Rancamaya

Menurut Wilyuddin, negara ini tidak perlu meminta maaf ke­pada PKI. Rakyat beserta aparat pemerintah, TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa Indonesia harus bersatu untuk memerangi musuh bersama yang membahayakan NKRI, diantaranya adalah bang­kitnya komunis gaya baru dan pen­jajahan gaya baru oleh kaum kafir melalui ajaran sekularisme, plural­isme dan liberalisme (Sepilis).

“Pemerintah dan rakyat Indo­nesia juga harus mengawasi secara ketat kurikulum sekolah agar tidak disusupi ideologi komunis gaya baru dan sepilis,” tegasnya.

Lebih lanjut, seluruh rakyat Indonesia harus berani mengin­gatkan pemerintah akan bahaya komunis gaya baru dan berani melarang bangkitnya KGB. “Kami rakyat Indonesia menuntut agar tidak boleh terjadi pemutarbalikan fakta sejarah tentang tragedi-trage­di kekejaman PKI dan ajarannya terhadap ulama-ulama dan umat islam di masa lalu serta perbuatan makar-makar mereka terhadap NKRI,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuma Lima Hari, 15 Ribu Dosis Vaksin di Yellow Clinic Ludes di Serbu Warga

Massa aksi gabungan tersebut terdiri dari Majelis Ulama Indone­sia (MUI) Kota Bogor, Harakah Ahl­usunnah Untuk Mayarakat Islami (Hasmi), Forum Umat Islam Kota Bogor, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Dalam aksinya pulu­han masa gabungan ini melakukan longmarch ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor, Balaikota dan ge­dung DPRD Kota Bogor. Dan Aksi massa tersebut dikawal oleh petu­gas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dan kepoli­sian.

(Rizky Dewantara)