XINHUA TODAY – Setidaknya tujuh orang tewas dan 13 lainnya terluka akibat 17 le­dakan bom dalam bingkisan yang meng­guncang daerah otonom Guanxi Zhuang di selatan China pada Rabu (30/9/2015). Ledakan kemudian disusul terjadi pada Kamis(1/10/2015).

Dilansir dari CNN, investigasi awal menunjukkan bahwa ledakan tersebut be­rasal dari rangkaian bom dalam bingkisan yang diletakkan di kursi di Liucheng dan beberapa tempat lain. Sekitar pukul 15.50 waktu setempat, ledakan pertama terjadi. Petugas gawat darurat langsung menuju lokasi ledakan yang mengakibatkan keru­sakan bangunan dan kendaraan.

Diberitakan kantor berita China, Xin­hua, tersangka pelaku bom tersebut adalah pria dari Kota Liuchen Tai Po. Kini, proses investigasi masih terus dilakukan. Hingga kini, belum ada kepastian total korban jiwa dalam insiden ini.

South China Morning Post mengabar­kan angka kematian mencapai enam orang. Menurut surat kabar ini, ada 15 ledakan yang tersebar di berbagai tempat, termasuk mal, penjara, rumah sakit, dan pasar sayur.

Sementara itu, People’s Daily melansir dalam akun Twiter resmi mereka bahwa rangkaian ledakan tersebut menewaskan tujuh orang. People’s Daily juga memberi­takan bahwa polisi sedang memburu ter­sangka pelaku serangkaian ledakan ini.

Pemerintah China melakukan investi­gasi terhadap ledakan terbaru di Provinsi Guangxi, sehari setelah rangkaian bom dalam bingkisan (parsel) menewaskan tu­juh korban.

Ledakan itu terjadi di sebuah blok apartemen pada pukul 08.00 waktu se­tempat (06.00 WIB) di daerah Liucheng, tulis media pemerintah. Penyebabnya be­lum jelas dan belum ada laporan tentang korban jiwa.

Sebelumnya, 17 ledakan mengguncang Liucheng pada hari Rabu (30/9/2015). Poli­si telah menangkap tersangka yang mereka yakini telah mengirim bom-bom tersebut lewat pos.

Kemudian, disusul ledakan pada hari Kamis (1/10/2015) di gedung bertingkat enam di permukiman warga. Agen berita Xinhua melaporkan, ledakan begitu kuat sehingga mengakibatkan puing-puing ber­jatuhan ke jalan di seberang gedung. Polisi menyerukan warga untuk berhati-hati bila menerima bingkisan dari orang asing atau paket yang “dikirim lewat saluran yang ti­dak biasa”.

Kantor pos setempat telah menghenti­kan seluruh pengiriman sampai hari Sab­tu. Bom parsel pada hari Rabu menyasar penjara, stasiun kereta api, rumah sakit, pusat perbelanjaan, serta lokasi lainnya.

Media pemerintah mengabarkan, selain tujuh orang yang meninggal, dua orang dinyatakan hilang dan 51 orang luka-luka akibat ledakan yang terjadi pada siang hari itu. Polisi telah menahan seorang warga Liucheng berusia 33 tahun, dikenali hanya dengan nama keluarga Wei, sebagai ter­sangka serangan itu.

 (Yuska Apitya/net)