eden-hazard_57rwwxhjbqq11hjlmlyx5sbw6LAGA Premier League Chelsea vs Liverpool akan menjadi penentuan nasib Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu diklaim akan langsung dipecat, jika The Blues kalah di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2015).

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Jose Morinho bukan tak menyadari jika ancaman pemecatan ten­gah mengintai dirinya menyusul kekalahan Chelsea atas Stoke City dalam ajang Piala Liga Inggris, Kamis lalu. Namun pelatih asal Portugal ini tak mau ambil pusing.

“Saya tetap tidur seperti biasa dan tidak merasakan ada tekanan apapun. Saya memiliki keluarga dan menghabis­kan hari yang fantastis bersama mereka,” kata Mourinho seperti dikutip dari ESPN FC, kemarin.

Mou, begitu Mourinho disapa, me­mang sedang disorot lantaran buruknya performa Chelsea sejak awal musim ini. Bayangkan saja, dalam 10 pertandingan, mereka hanya mengantongi 3 kemenan­gan. Catatan buruk ini membuat The Blues, begitu Chelsea dijuluki, terpuruk ke peringkat 15 klasemen Liga Primer. Sangat ironis. Sebab, mereka adalah juara bertahan.

Semua kesialan Mourinho semakin sempurna ketika mereka tersingkir dari Piala Liga Inggris setelah dibungkam Stoke City dengan skor 4-5 dalam drama adu penalti pada pertengahan pekan ini.

Rentetan hasil buruk inilah yang membuat Mourinho terancam kehilan­gan jabatannya. Mou pernah menghadapi ancaman yang sama pada pekan pertama Oktober, namun saat itu ia berhasil lolos.

Kali ini, tanpa adanya tanda-tanda perbaikan, akan sangat sulit bagi pelatih asal Portugal ini untuk kembali lolos dari pemecatan. “Mourinho akan kehilangan pekerjaan jika kalah dari Liverpool,” tulis Daily Mail.

Chelsea memang akan menjamu Liv­erpool dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, markas mer­eka, pada Sabtu malam ini. Mourinho hanya punya dua pilihan: menang atau pergi.

Tentu saja, ini akan menjadi laga yang sulit bagi Mourinho. Sebab, performa Liverpool saat ini sedang moncer. Mer­eka, misalnya, belum terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sementara itu, Pelatih Liver­pool Jurgen Klopp terus membesarkan hati segenap skuat The Reds agar terus optimistis dan percaya diri, serta ya­kin bahwa kekurangan dalam tim selalu dapat diperbaiki.

Menghadapi Southamption dalam pertandingan pekan ke-10 Liga Primer yang berakhir dengan skor 1-1, Liverpool kebobolan gol dari situasi tendangan be­bas setelah unggul lebih dulu melalui gol sundulan Christian Benteke. Klopp ber­harap kelemahan seperti ini bisa segera diperbaiki.

Pelatih berkebangsaan Jerman itu mengemukakan apabila sesorang mem­berikan optimisme kepada orang lain, kinerjanya akan melebihi kapasitas bi­asanya. Sebaliknya kalau memberi pesi­misme, yang terjadi lebih buruk dari yang seharusnya.

“Hal-hal seperti ini terjadi. Jika Anda berharap bahwa tidak ada yang akan terjadi pada saat bola melayang di uda­ra, saya melihat hal-hal seperti ini tidak hanya dengan tim saya tetapi dengan tim lain, self-fulfilling prophecy, sesuatu sep­erti ini?” paparnya.

“Bola ada di udara dan semua orang mengatakan, ‘Ya Tuhan, sesuatu akan terjadi’, itulah apa yang harus Anda ubah. Anda harus bekerja, Anda harus analisis, dan kemudian Anda harus ber­latih mengatasinya,” lanjutnya.

Hal itulah, menurut dia, yang harus segera dilakukan. Klopp telah bersama Liverpool dalam tiga laga terakhir, dua di pentas Liga Primer Inggris dan satu di Liga Europa, semuanya berakhir dengan hasil imbang. “Saya harap saya bukan satu-satunya orang di stadion ini yang berpikir itu bukan akhir dari dunia,” tu­tupnya.