IMG_9879TURNAMEN Piala Jenderal Sudirman diproyeksikan men­jadi cikal bakal bergulirnya Liga Indonesia yang direncanakan mulai Maret 2016. Indo­nesia Super League (ISL), Liga Divisi Utama dan Liga Nu­santara bakal kem­bali bergeliat

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo

Menteri Pemuda dan Olah­raga (Menpora), Imam Nahrawi, menggulirkan wacana menggelar turna­men Piala Jendral Sudirman dalam waktu dekat ini. Turnamen tersebut nantinya jadi cikal bakal pelaksanaan Liga Indonesia.

Kemenpora akan kembali meng­gandeng promotor Mahaka Sports and Entertainment untuk mengga­rap turnamen yang rencananya akan digelar bulan November mendatang. Turnamen tersebut nantinya tidak hanya diikuti tim-tim dari Indonesia Super League (ISL), tetapi juga dii­kuti tim dari PS TNI.

Menurut Imam, turnamen terse­but bakal dijadikan fondasi yang kuat dan tentunya bebas dari mafia bola yang nantinya bermuara pada sebuah kompetisi tingkat nasional. “Kami ingin Liga Indonesia ke depan orangnya bebas dari mafia wasit dan bola,” katanya, Minggu (25/10/2015).

“Terkait dengan sistem pertand­ingannya saya tidak hafal. Namun, hampir mirip dengan Piala Presiden tidak ada hasil seri. Tapi, untuk de­tailnya bisa ditanyakan ke panitia pe­nyelenggaranya,” lanjutnya.

Belum lama ini, Kemenpora me­lalui Tim Transisi menggelar turna­men Piala Kemerdekaan yang diikuti klub-klub dari Divisi Utama semen­tara Mahaka mengadakan turnamen Piala Presiden yang berisikan seba­gian besar klub-klub peserta Liga Su­per Indonesia (ISL).

Hadirnya turnamen non-kom­petitif tersebut berlatar belakang dari mandeknya kompetisi sepak bola Tanah Air sejak dibekukannya PSSI oleh Menpora yang mengaki­batkan turunnya sanksi dari Federasi Sepak bola Dunia