Untitled-13BOGOR, TODAY – PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor akan menggunakan uang kom­pensasi dari pelepasan aset dan pelanggan ke Kota Depok sebesar Rp 20,6 miliar untuk pengembangan jaringan dan perluasan kapasitas.

“Dana kompensasi itu digu­nakan juga untuk penyertaan modal di PDAM Tirta Kahuri­pan. Seperti pengembangan investasi. Diantaranya perlua­san jaringan dan penambahan kapasitas,” ujar Direktur Utam PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat.

Beberapa wilayah yang akan mendapat pengembangan jaringan diantaranya wilayah timur, seperti Jonggol, Cariu, Cileungsi. Sementara di pusat pemerintahan meliputi, Cibinong, Karadenan dan Bo­jonggede.

“Kan bisa dilihat sendiri wilayah timur itu sering kekeringan seperti sekarang ini. Tapi sumber airnya kami masih gunakan sungai Cibeet untuk wilayah timur. Sumber baru itu ada, tapi di Sukamakmur, itu jauh dan investasinya mahal,” lanjut Hadi.

Setelah melepas aset ke Pemkot Depok, PDAM Kabu­paten Bogor masih mensuplai air untuk PDAM Tirta Asasta Kota Depok dengan kapasitas 120 liter per detik.

“Kami suplai air, tapi mere­ka harus beli. Kapasitasnya 120 liter per detik. Tapi harganya belum ketahuan nih masih di­hitung dulu,” papar Hadi.

Ia menambahkan, PDAM Kota Depok akan membeli air olahan dari Kabupaten Bogor setidaknya hingga empat tahun kedepan. “Paling lama itu em­pat tahun. Karena mereka juga masih akan membuat sumber sendir nanti,” pungkasnya.

(Rishad Noviansyah)