Untitled-19BOGOR, TODAY – Keinginan Sirkuit Sen­tul untuk menggelar ajang balap motor kelas dunia MotoGP pada 2017 men­datang, seperti hanya sebatas wacana.

Pasalnya, Dinas Tata Ruang dan Per­tanahan (DTRP) Kabupaten hingga kini belum menerima berkas persyaratan pengesahan siteplan sirkut berpredikat internasional itu.

“Belum bisa di proses karena MoU antara PT Tridaya dan PT Sirkuitindo belum tuntas. Empat bulan lalu, berkas yang masuk baru permohonan bantuan perizinan ke bupati,” ujar Kepala DTRP, Joko Pitoyo.

Joko melanjutkan, dalam permoho­nan bantuan perizinan kepada bupati belum disertai berkas persyaratan untuk permohonan pengesahan siteplan.

“Itu kan cuma berisi permohonan bahwa Sirkutindo ingin mengadakan event olah raga besar di Sentul. Tidak ada yang lain,” lanjutnya.

Menurutnya, jika MoU antara PT Tri­daya dan PT Sirkuitindo sudah beres, pengerjaan siteplan bisa dikerjakan dalam waktu satu bulan seperti yang di­inginkan oleh salah satu penyelenggara balap motor kelas dunia, Dorna agar pi­hak sentul menyampaikan site plan pada November 2015.

Baca Juga :  Program TMMD Ke-112 Selama 30 Hari, Ini Penjelasan Dandim 0621 Letkol Inf Sukur Hermanto

Sementara, Direktur Sirkuit Sentul, Tinton Soeprapto mengaku telah meny­iapkan beragam dokumen, termasuk izin dari pemerintah Indonesia.

Ini akan menjadi kunjungan kedua Dorna ke Indonesia. Sebelumnya, awal Mei lalu, Presiden Dorna, Carmelo Ez­peleta mengunjungi Tanah Air untuk mengukur kesiapan Sirkuit Sentul untuk menghelat MotoGP

“Laporan yang disiapkan untuk Dorna pertama Letter of Intent (LOI), kesiapan pemerintah Indonesia untuk mendukung yang sudah ada. Nanti tinggal lihat desain­nya, dan direstui dengan Dorna. Setelah itu barulah dibuat kontrak pengakuan kesiapan Indonesia,” tambah Ayah dua mantan pembalap Indonesia, Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto tersebut.

Pria yang juga mantan pembalap nasi­onal itu menyatakan, dengan ikut andil­nya Sirkuit Sentul pada MotoGP 2017, ti­dak hanya menguntungkan pihak Sirkuit Sentul semata sebagai pihak swasta, teta­pi juga pemerintah.

Baca Juga :  DPMD Umumkan 39 Peserta Terbaik Lomba Profil Desa Kabupaten Bogor

“Kata Bapak Menteri Pariwisata juga bilang ini untung. Hari itu juga bisa meng­hasilkan Rp 3 triliun, dari penyiaran, ma­sukin iklan berapa detik juga dikalikan Rp 10 juta juga bisa, tiket Rp 120 ribu kali berapa,” kata Tinton.

“Jadi tidak ada kata pemborosan, ti­dak ada istilah korupsi. Dan tahun kedua setelah perombakan, luar biasa itu ting­gal menikmati saja. Ini bukan pemer­intah kasih terus in-vestasi swasta gila, bukan itu. Tapi, (investasi,red) ini men­guntungkan,” pungkasnya.

Selain itu, kata Tinton, uang sebesar Rp 108 miliar pada Dorna selaku pro­motor MotoGP, Sentul wajib memenuhi standar untuk menggelar balapan kelas dunia.

Menurutnya, renovasi Sentul mutlak dilakukan agar Dorna menyetejui pro­posal Indonesia menggelar MotoGP.

Agar renovasi menyambut MotoGP 2017 berjalan optimal, kegiatan di sirkuit Sentul bakal dibatasi mulai 2016 men­datang.

(Rishad Noviansyah)