Untitled-17BOGOR, TODAY – Sedikitnya 55 kasus penyakit kaki gajah atau filariasis me­nyebar di Kabupaten Bogor dalam 10 tahun terakhir hingga memperoleh pre­dikat endemis filariasis.

Bumi Tegar Beriman pun dijadikan proyek percontohan eliminasi kaki ga­jah nasional yang dilaksanakan Kamis (hari ini,red) lewat Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis di kabupaten/kota endemis secara seren­tak dengan jumlah sasaran mulai dari usia 2-70 tahun.

Jika tidak ada kendala, minum obat serentak ini bakal dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pem­berantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupat­en Bogor, Kusnadi membenarkan, bah­wa kondisi lingkungan turut memicu penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga :  Rancangan APBD 2022 Fokus Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi

“Kabupaten Bogor termasuk ende­mis. Sampai 2015 yang terlaporkan 55 kasus tersebar di 22 kecamatan. Mei-Ju­ni ini dilaporkan kembali tujuh kasus,” kata Kusnadi, Rabu (30/9/2015).

Akan tetapi, jumlah tersebut diper­oleh hanya dari laporan warga. Keban­yakan warga yang terjangkit filariasis bersama keluarganya menganggap hal tersebut aib dan enggan berobat.

Menurutnya, obat untuk mencegah sebaran cacing filaria tidak memiliki efek samping. “Kalau pun ada efek sep­erti pusing atau mual, itu karena reaksi obat terhadap cacing itu dalam tubuh,” tambahnya.

Faktor endemis, kata Kusnadi, antara lain kurangnya dukungan lingkungan. Seperti masih terdapat selokan mam­pet yang jadi tempat berkembangbiak nyamuk dan desa yang belum bebas dari kebiasaan buang air sembarangan.

Baca Juga :  Masyarakat Jasinga Diedukasi Daur Ulang Sampah

“Lingkungan di Kabupaten Bogor memang kurang bagus. Maka kita do­rong agar sanitasi total berbasis ma­syarakat di seluruh desa terlaksana,” ucapnya.

Ia mengatakan, pengobatan kaki ga­jah telah berlangsung sejak 2008, na­mun secara parsial di Kabupaten Bogor.

Pada tahun ini, Kabupaten Bogor pun menjadi POPM yang bisa diakses masyarakat dengan mendatangi lang­sung Puskesmas sesuai jadwal. Kusnadi menyatakan, untuk warga yang tinggal di pelosok, Puskesmas bisa mendatangi lokasi tersebut.

(Rishad Noviansyah)