IMG-20151116-WA0015Benda-benda kuno seperti telepon, radio, koper dan pernak pernik lainnya bisa meginspirasi orang membuka usaha cafe. Contohnya Hj Arie Latifah, membangun usaha dengan memanfaatkan benda-benda masa lalu sebagai daya tarik. Namanya Imah Nini Cafe.

Oleh :Rudi Irawan
[email protected]

Dipilihnya nama Imah Nini Cafe lan­taran pemiliknya, Ibu Hj Arie Lati­fah punya hobi mengoleksi barang-barang antik. Jumlahnya sangat banyak,’’ kata Arip, manager Imah Nini Cafe kepada Bogor Today, Sabtu akhir pe­kan lalu.

Menurut Arip, Imah Nini Cafe mulai berop­erasi sekitar Januari 2015 di Jalan Bangbarung, Indraprasta Kota Bogor. Menu utamanya sebet­ulnya kopi dan bolu singkong. Ternyata peminat kopi di Kota Bogor sangat banyak sehingga Imah Nini pun membuka grai kedua di Jalan Sancang no 7 B, Bogor.

Karena benda-benda antik milik Hj Arie cukup banyak, maka dimanfaatkan untuk mendekor cafe. Tujuannya selain untuk kepent­ingan komersial, juga untuk mengedukasi ma­syarakat tentang barang-barang yang digunakan di zaman dulu.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Dengan dekorasi barang-barang antik ini, at­mosfir Imah Nini Cafe serasa berada di rumah nenek. Imah Nini sendiri artinya memang rumah nenek. ‘’Kalau kita masuk ke Imah Nini Cafe kesanya kita sedang berada di rumah nenek kita sendiri,’’ kata Arip.

Dari dua lokasi Imah Nini Cafe, memang ada perbedaan konsep. Konsep Imah Nini Cafe yang pertama Jalan Bangbarung, lebih kepada barang-barang antik yang usianya diperkirakan di atas 100 tahun, yang sudah jarang ditemui di tempat lain. Sedang di Imah Nini Cafe kedua, lebih vin­tage. Barang-barangnya lebih berwarna mulai ada gambar dan tokoh-tokoh di era 1930 sampai 1970-an. ‘’Tokoh-tokoh terkenal seperti Mahatma Ghandi, Nelson Mandela dipajang di sini. Barang-barangnya mulai bercorak,’’ ujar Arip.

Segmentasi pasar yang dibidik untuk semua usia, baik itu nenek-nenek, kakek-kakek, anak-anak muda, mahasiswa dan orang kantoran. ‘’ itulah uniknya di Imah Nini, beda dengan café-cafe lain yang segmen usianya lebih homogin,’’ kata Arip.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Karena Imah Nini Cafe lebih dikenal sebagai café bukan resto, maka yang menjadi andalan­nya adalah kopi. Juga disediakan aneka makan­an yang cocok untuk minum kopi. Makanan yang paling disukai banyak orang baked rice & baked fussili. ‘’Yaitu nasi panggang dengan bumbu pilihan ynag kita bikin sendiri secara hi­gienis,’’ katanya.

Menu andalan lainnya bolu singkong rasa pandan dan vanilla. Sedangkan kopi yang paling disukai coffee latte, capucino. Harganya mulai Rp 8.000 sampai Rp 65,000, sangat terjangkau.

Saat ini masih berlaku harga promo sampai 7 Desember, dengan diskon 10% untuk semua pengunjung ,dan 20% bagi pengunjung yang memfollow instagram Imah Nini dengan hashtag Imah Nini. Dengan memposting foto Imah Nini bisa mempergunakan fasilitas discount. (*)


1 KOMENTAR

  1. selain kopi, kami pun menyediakan aneka bolu berbahan dasar umbi umbian seperti bolu singkong, bolu tape, bolu ubi dan bolu kentang.
    Delivery order 081315256155

Comments are closed.