alfian mujani 240KEGELISAHAN, ke­cemasan, ketakutan dan dendam kesumat sesungguhnya hadir di benak pikiran dan hati ka­rena kurang utuhnya ketawakkalan, kepercayaan, dan keyakinan. Ada ru­ang kosong di hati, tempat bersemayam tipu dayanya, yang menutupi sinar keyakinan.

Sang bijak mengusulkan dua hal pokok yang harus dilakukan untuk menghindari tum­buhnya keraguan di hati. Pertama, memper­banyak tobat, untuk tetap menjaga kebersi­han hati dan memagari hati dari serangan rasa ragu. Kedua, jangan pernah menunda-nunda niat kebaikan yang hadir dalam hati kita. Jangan berikan kesempatan pada rasa ragu un­tuk membelokkan atau mengubahnya.

Dua hal tersebut sangat penting bagi kita untuk selalu berkumpul dengan ahli ilmu, ahli ibadah dan ahli kubur. Berkunjung ke kuburan itu penting agar kita selalu ingat bahwa hidup di dunia ini berbatas. Nyawa kita tak sama dengan kartu simcard hand­phone yang bisa diisi ulang setiap habis atau memasuki masa tenggang.