Untitled-13Usaha kuliner memang tak ada matinya. Mau bikin sendiri atau beli warala­ba juga sudah tersedia. Mudah didapat, tinggal pilih. Bis­nis restoran bebek goreng bisa menjadi salah satu pilihan bagi yang Ingin memulai bisnis kuliner dengan modal menengah .

CV Garang Sejahtera Sekali, pemiliki merek dagang Bebek Garang menyediakan program ke­mitraan bagi calon investor yang mau memulai bisnis restroran ini.

Untuk bergabung dengan Bebek Garang, investor cukup merogoh kocek Rp 125 juta. “Itu sudah termasuk biaya kemitraan, training pegawai, tapi belum den­gan bahan baku untuk persediaan selama satu bulan pertama,” ujar Staff Marketing Bebek Garang Benny Ibnu kepada detikFinance di sela pameran Franchise di Balai Kartini Jakarta pekan lalu.

Sebelum lebih jauh, Benny menjelaskan ada program kemi­traan lain senilai Rp 500 juta yang disebutnya sebagai paket investasi lengkap dengan biaya renovasi ru­angan restoran dan bahan baku awal untuk persediaan selama 1 bulan.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

“Namun kita lebih menawar­kan yang paket Rp 125 juta, karena kalau renovasi akan lebih ringan karena investor tahu biaya mate­rial apa saja yang dibtuhkan asal desainnya sesuai dengan yang kita berikan,” jelasnya.

Perbedaan dua paket ini pula ada pada pola menjalankan usa­ha, untuk paket Rp 125 juta invet­sor menjalankan bisnisnya sendi­ri, sementara untuk paket Rp 500 juta manajemen Bebek Garang yang akan menjalankan usaha.

Selain paket perlengkapan awal tersebut, mitra yang telah bergabung dengan Bebek Garang akan mendapat pendampingan usaha, survey lokasi bahan baku terdekat hingga survey lokasi paling prospektif untuk tempat berdirinya restoran. “Semua kita dampingi sampai investor bisa mandiri menjalankan bisnis. Jadi nggak kita lepas,” tutur Benny.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Dari sejumlah mitra yang telah bergabung, rata-rata dalam sehari bisa melayani hingga 150 orang pengunjung dengan hasil penjua­lan sekitar Rp 7-15 juta/hari. “Ka­lau dihitung perbulan bisa rata-rata Rp 210 juta,” jelas dia.

Adapun biaya operasional terdiri dari bahan baku, sewa lo­kasi, gaji pegawai, pajak dan biaya operasional lainnya mencapai Rp 181,7 juta. Sehingga dengan pendapatan Rp 210 juta, maka in­vestor bisa memperoleh laba seki­tar Rp 28,3 juta.

“Bagi hasil ke Bebek Garak hanya 4% dari laba sebagai management fee, sedangkan investor mendapat 96% dari keuntungan,” tuturnya.

Dengan pendapatan sep­erti itu, investor bisa mendapat modalnya kembali dalam 2 tahun, tepatnya 25 bulan perioda usaha.

Saat ini, sedikitnya sudah ada 11 mitra franchise Bebek Garang yang telah bergabung tersebar di selu­ruh Indonesia diantaranya di Braga Bandung dan Margonda, Depok.