Untitled-10BOGOR, TODAY – Uji Kompetensi Guru (UKG) akan serentak di­langsungkan pada 9 November di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bogor. Sebanyak 8.727 guru di Kota Bogor akan menguji kompetensinya mereka yang digelar di sejumlah sekolah di Kota Hujan.

Staf Kepegawaian Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Asep Firdaus mengatakan, tahun ini UKG diberlakukan untuk semua guru di Kota Bogor yang bertujuan untuk memetakan kemam­puan guru. Sedangkan tahun sebelumnya UKG bertujuan untuk proses sertifikasi.

“Para guru sudah mulai mencari kisi-kisi untuk soal yang akan diujikan dan mencari info terbaru mengenai UKG Online itu send­iri,” ujar Putri Qurratta Ainni, Guru Bimbingan Konseling SMK-SMAK Bogor.

Total jumlah peserta UKG di SMPN 1 516 orang, SMA Kosgoro 506 orang, SMK Pembangunan 501 orang, SMA YPHB 512 orang, SMKN 1 516 orang, SMKN 2 513 orang, SMKN 3 519 orang, SMAN 1 518, SMAN 2 510 orang, SMAN 3 515 orang, SMAN 4 518 orang, SMAN 5 519 orang, SMAN 6 513 orang, SMAN 7 510 orang, SMAN 8 510 orang, SMAN 9 516 orang dan SMAN 10 520 orang.

Putri menambahkan, kekhawatiran akan hasil UKG Online pasti ada, tapi harus dijalani. Menurutnya, jika dikhawatirkan terus juga tidak baik.

Pendapat serupa juga disampaikan Hedi Nefosano, Bagian Kesiswaan SMAN 9 Bogor. Ia menuturkan, sebelumnya di seko­lah SMAN 9 sudah melakukan uji coba meskipun hanya berupa contoh.

Sebagian guru sudah kreatif dan memiliki inisiatif untuk men­cari kisi-kisi terkait soal UKG Online. Beberapa waktu yang lalu guru-guru di SMAN 9 sempat diberikan penataran mengenai UKG Online di Bandung.

Hedi menilai, kekhawatiran akan hasil UKG tidak perlu dipikir­kan. Jika guru terlalu memikirkan hasil UKG Online, dikhawatir­kan mereka tidak akan konsenterasi dalam mengerjakan tesnya nanti.

(Latifa Fitria)