Untitled-8JANJI Pemerintah Kabupaten untuk menyiapkan pekerjaan pengganti kepada para penambang liar di Kecamatan Nanggung, khususnya di Kampung Ciguha, Desa Bantar Karet yang sempat diberantas oleh Polres Bogor, September lalu, ternyata molor hingga tahun 2016.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Pasalnya, pemkab belum menemukan pekerjaan yang pas untuk dijadikan se­bagai pekerjaan pengganti bagi warga yang sebelumnya berprofesi sebagai penambang emas di Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung.

“Ini kami programkan di tahun 2016. PT Antam juga perlahan sudah mengeluarkan CSR,” ujar Bu­pati Bogor, Nurhayanti, Senin (23/11/2015).

Meski begitu, Nurhayanti mengaku, untuk memberi satu pekerjaan baru kepada warga Nang­gung tidak mudah, pasalnya mereka telah lama bekerja sebagai penambang emas. Bahkan, jauh sebelum Antam datang di Pongkor.

“Ya perlahan lah ya. Tapi Alhamdulillah, PT Antam juga bagus kok komunikasinya kepada pemkab dan ke warga disana,” lanjutnya.

Sebelumnya, Yanti sempat akan menyiapkan pekerjaan dimulai dari sektor pertanian, peterna­kan, perikanan hingga UMKM.

“Kami memprogramkan ini bersama Distan­hut, Dinakan dan Diskoperindag. Tapi, kan me­mang tidak mudah untuk menggiring mereka,” tandasnya.

Warga Kampung Ciguha sendiri menginginkan Pemerintah Kabupaten Bogor fokus pada menga­rahkan mereka bagaimana cara untuk bercocok tanam atau memanfaatkan apa yang bisa digali disana.

“Kalau cuma berdagang, imbasnya tidak be­sar buat kami. Lebih baik pemerintah memberi tahu kami bagaimana cara bercocok tanam dan apa yang bisa ditanam di kampung kami ini,” kata Sodri (56) warga Kampung Ciguha.

Sementara itu, Polres Bogor belum berhenti dalam mengejar penadah-penadah besar yang membekingi para gurandil yang diduga masih dalam tataran pejabat Pemkab Bogor.

“Pasca penangkapan gurandil beberapa waktu lalu kita terus melakukan pengembangan, dan ternyata disana pun ada tempat prostitusi yang diperuntukan untuk para gurandil. Disana penuh dengan perbuatan maksiat. Sudah begitu bangu­nannya juga liar kan mengganggu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, tindakan prostistusi ini di­duga telah dilakukan sejak tahun 1998. Karena di wilayah itu jarang dikontrol oleh pihak keamanan setempat lantaran lokasi yang jauh. “Mungkin saja ini terjadi sudah lama, karena melihat lokasi yang sangat jauh sehingga sulit dikontrol oleh pihak keamanan maunpun masyarakat sekitar,” katanya.

Setelah melakukan penutupan lulang-lubang liar yang berada di Gunung Pongkor, pihaknya pun masih akan menurunkan ang­gotanya untuk menjaga PT Antam Tbk, itu dilakukan un­tuk mengantisipiasi hal-hal yang tidak diinginkan“Saat ini kita masih menerjunkan anggota untuk bersiaga disana, karena dikhawat­irkan ada gurandil yang nekat untuk menambang emas lagi di Gunung Pong­kor. Kita akan amankan hingga situasi disana kon­dusif,” terangnya.

Polres Bogor juga kini tengah mengembangkan dan memburu para tengkulak yang membeli emas dari pada gurandil. Bahkan walaupun adanya isu adanya pejabat yang telah membekingi para gurandil, dirinya sama sekali tidak gentar.“Kita belum ada arah kesana. Tapi yang jelas, siapapun dia, harus ditindak. Karena ini su­dah mengganggu masyarakat dan mencemari lingkungan. Akan kami kembangkan terus kasus ini dan akan kami tangkap aktor dibelakangnya meski dia pejabat,” pungkasnya.