Foto : Kozer
Foto : Kozer

POLRES Bogor terus melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa bos besar yang membengkingi para gurandil. Pasalnya, walaupun sudah ditertibkan para gurandil masih berani melakukan penambangan liar.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Polres Bogor melakukan pengembangan dan sosialisasi kepada warga Kecama­tan Nanggung untuk meninggalkan pekerjaan berbahaya namun menggi­urkan itu.

Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto men­gungkapkan, siap menangkap siapapun yang bermain dalam praktik penambangan liar. Ter­masuk jika terbukti oknum pejabat Kabupaten Bogor yang menjadi ‘bis boss’ serta membekingi para gurandil.“Pengembangan terus dilakukan. Siapapun yang bermain, kami tindak. Tidak peduli siapapun orangnya,” tegas Suyudi.

Suyudi pun mengelak saat ditanyakan di­rinya canggung dalam membongkar keterlibatan pejabat DPRD Kabupaten Bogor yang ditengarai membekingi aktivitas penambangan liar di Gu­nung Pongkor. “Tidak ada canggung. Pokoknya harus dituntaskan,” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Jemaat Kristiani HKBP Ressort Cibinong Rayakan HUT ke 50 Tahun

Sebelumnya, budayawan dan mantan Wakil Bupati Bogor, Karywan Faturachman menuding AKBP Suyudi sedikit kagok lantaran dirinya me­miliki kedekatan dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi.

Pria yang akrab disapa Karfat itu menilai, kedekatan itu merupakan taktik Ade Ruhandi supaya Suyudi tidak masuk terlalu dalam untuk mengungkap penambangan emas tidak berizin di Gunung Pongkor.

“Itu taktik Jaro Ade (panggilan Ade Ruhandi, red) dekat dengan kapolres buat membuat kagok dalam pengusutan kasus Pongkor. Sementara dia sudah diperintahkan Kapolda Jawa Barat. Makan­ya jangan mau dipepet sama Jaro Ade,” tegas pria yang kini fokus menjadi budayawan itu.

Baca Juga :  Terlibat Investasi Bodong, Oknum Guru di Bogor Diringkus Polisi

Ia melanjutkan, dengan keakraban yang di­jalin antara kapolres dan Jaro Ade, untuk meng­hambat laju AKBP Suyudi Ario Seto untuk mem­bongkar penadah-penadah besar yang diduga dilakoni pejabat teras di Bumi Tegar Beriman.

“Makanya dia pernah kan waktu diwawan­cara bilang ‘hati-hati kamu kalau bicara’. Itu tuh dia takut diungkap kalau ada keterlibatannya. Semua warga di sekitar Pongkor sudah tahu kok siapa Jaro Ade itu,” katanya. (*)