Bank Milik Negara Kuasai 64 Persen ATM Nasional

92atm_bersamaJAKARTA, Today — Perbank­an Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini mengoperasikan 55.804 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di seluruh Indo­nesia. ATM tersebut dibeli dan dikelola secara sendiri-sendiri oleh 4 bank BUMN.

“Kita ketahui, ATM Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) ada 55.804 atau kuasai 64% ATM di Indonesia. Ini cukup besar,” kata Direktur Utama BRI, Asmawi Syam sata pelun­curan ATM Himbara di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).

Ia tak menampik perbankan BUMN harus menanggung bi­aya investasi dan operasional yang cukup tinggi akibat pen­goperasian mesin ATM secara sendiri-sendiri.

Alhasil, Ia menyambut positif dengan adanya ATM Himbara karena adanya penghematan yang besar terhadap pengopera­sian ATM ‘merger’ dari 4 BUMN. Tahap awal, ATM Himbara terse­but baru diluncurkan sebanyak 50 unit di Jabodetabek. “Ini efisiensi dari ATM Himbara. Ini kontribusi cost efisiensi terha­dap transaksi keuangan di Indo­nesia,’’ katanya.

Selain adanya penghematan untuk investasi dan operasion­al, nasabah juga memperoleh manfaat dengan turunnya bi­aya transaksi. Bila bertransaksi di ATM Himbara, nasabah akan dikenakan tarif Rp 0 untuk menecek informasi saldo, Rp 500 untuk tarik tunai dan Rp 4.000 untuk transfer antar rek­ening Bank BUMN.

BACA JUGA :  Kenapa Anak Mulai Berbohong? Ini 7 Penyebab yang Perlu Dipahami Orang Tua

“Dampak ke nasabah, biaya yang dikeluarkan nasabah jadi lebih murah daripada sebelum sinergi,” sebutnya.

Hemat Rp 14 Triliun

Himbara saat ini mengop­erasikan 55.804 mesin ATM. ATM tersebut masih diopera­sikan secara sendiri-sendiri 4 Bank BUMN. Ke depan, sistem dan pengoperasian ATM Bank BUMN semuanya akan disatu­kan menjadi jaringan ATM Himbara. Tujuannya ialah mendorong efisiensi dari sisi nasabah dan perbankan.

Bila semua berjalan mulus, ada potensi penghematan un­tuk biaya pengelolaan ATM hingga biaya transaksi. Untuk biaya perawatan hingga pen­gelolaan yang dikeluarkan oleh bank, potensi penghematan bisa Rp 6,8 triliun per tahun.

“Bisa memangkas biaya transaksi ATM Rp 7,3 triliun per tahun. Ini efisiensi dari ATM Himbara,” kata Asmawi Syam saat launching ATM Himbara di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015).

Bila ditotal, penghematan biaya pengelolaan dan biaya transaksi untuk 55.804 unit ATM mencapai Rp 14,1 triliun.

BACA JUGA :  Anak Bahagia Berawal dari Orang Tua Bahagia, Ini Pentingnya Pengasuhan Positif di Era Digital

Hari ini, ATM Himbara baru diluncurkan secara resmi se­banyak 50 unit di Jabodetabek. Pada tahun 2016, Bank BUMN berencana menambah lagi 800 unit ATM Himbara. Penamba­han dilakukan secara bertahap sejalan dengan evaluasi. “Per­tanyaan berikutnya? Kapan selanjutnya ya kita evaluasi dulu,” sebutnya.

Selain menghemat biaya pen­gelolaan dan biaya transaksi, Asmawi mengaku ada efisiensi biaya investasi untuk pengadaan mesin ATM baru. Untuk investa­si 1 unit mesin ATM baru ber­serta sistem jaringannya, Bank BUMN biasanya mengeluarkan biaya Rp 100 juta.

Dengan adanya ATM Himba­ra, setiap Bank BUMN tak perlu membeli mesin ATM baru bila di satu titik terdapat mesin ATM dari Bank BUMN yang lain.

“Bisa beri dampak efisiensi capex (Capital Expenditure). Kalau beli 1 ATM, biasanya dibayar 1 bank. Hari ini, den­gan beli 1 unit ATM (ATM Him­bara) bisa dibiayai bersama-sa­ma. Kita gotong bersama-sama, beri dampak efisiensi 4 bank bank,” tuturnya.

(dtc)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================