bogor-contekAnggaran pelayanan dasar Pemerintah Kota Bogor pada APBD tahun 2016 mengalami kenaikan dibandingkan APBD tahun 2015. Bahkan kenaikannya telah melebihi mandatory budget yang diatur oleh Pemerintah Pusat yang untuk urusan pendidikan sebesar 20 persen dan urusan kesehatan sebesar 10 persen.

Oleh : YUSKA APITYA AJI
[email protected]

Hal ini disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya pada Rapat Paripurna Penetapan Raperda APBD tahun 2016 dan Raperda Penyertaan Modal bagi PD Jasa Transportasi di Gedung DPRD Kota Bogor, pada Senin malam (30/11).

“Pada urusan pendidikan misalnya, pro­porsi belanja telah mencapai 33,94 % dari total belanja daerah yang pada tahun ang­garan 2015, baru berada pada kisaran 25,93 % dari total belanja daerah. Sedangkan pada urusan kesehatan, proporsi belanja pada APBD tahun ini telah mencapai 15,52 % dari total belanja daerah yang pada tahun angga­ran 2015, berada pada kisaran 10,82 % dari total belanja daerah,” rinci Bima.

Selain itu, Bima menyebut dalam APBD 2016, PAD Kota Bogor mencapai Rp680.999.897.863,00. Besaran PAD tahun 2016 ini, kata Bima, mengalami kenaikan sebesar 10.36% dari angka PAD tahun 2015 sebesar Rp617.062.227.085,00.

“Untuk porsi belanja langsung, dalam APBD 2016 telah mencapai sebesar Rp1.242.386.492.433,00. Dengan demikian, angka Belanja Langsung Kota Bo­gor mengalami kenaikan kurang lebih 12,37 % dibandingkan angka Belanja Langsung tahun 2015 yang jum­lahnya sebesar Rp1.105.630.661.497,00,” urainya. Sedangkan angka Belanja Ti­dak Langsung di APBD tahun 2016 Bima mengatakan, angkanya telah mencapai Rp1.082.266.236.267,00 atau men­galami kenaikan sebesar 11,25 % dibandingkan total belanja tidak langsung di APBD tahun 2015.

“Kita pun mencermati bahwa pada APBD tahun 2016, jumlah kenaikan pada belanja langsung masih lebih besar dengan kenaikan jumlah belanja tidak langsung. Hal ini sekaligus meneruskan tren baik dalam APBD kota Bogor dalam be­berapa tahun terakhir yang selalu menunjuk­kan proporsi kenaikan belanja langsung selalu lebih besar dibanding­kan belanja tidak lang­sung,” kata Bima.(*)