bansus-(8)Kota Bogor yang sering dilanda hujan seperti saat ini, mem­buat suhu menjadi dingin. Ketika cuaca dingin seperti ini, enaknya minum sesuatu yang dapat menghangatkan tubuh. Dan, Bansus Ibu Eem Suhaemi, di Bundaran Air Mancur ini patut untuk dicicipi.

Bila kita datang dari arah Jalan Jen­dral Ahmad Yani, maka lapak Bansus Ibu Eem Suhaemi ini terletak tidak jauh setelah SPBU. Dan bila dari arah Jalan Jendral Sudirman, maka lokasinya ti­dak jauh setelah Martabak Air Mancur.

Ndang Surya, sang pemilik adalah generasi kedua penjual bandrek susu yang legendaris ini. “Saya generasi kedua. Dulu kedai ini dibuka tahun ’80-an oleh Ibu Eem Suhaemi,” kata Ndang kepada Bogor Today, Selasa (8/12/2015).

Untuk harga yang ditawarkan tida­klah mahal, cukup merogoh kocek Rp 5.000 sudah dapat menikmati minu­man hangat ini. Pria 53 tahun ini men­gaku meracik minumannya sendiri di rumah yang lokasinya tidak jauh dari lapaknya. “Harganya cuma Rp 5000 untuk bansus yang hangat dan Rp 6000 untuk bansus dingin, kita mem­buat minumannya sendiri di rumah yang tidak jauh dari sini,” tutur Ndang.

Dulu lapak bansus ini hanya beru­pa bangunan bambu saja. Tapi sejak setahun yang lalu lapak Bansus Ibu Eem Suhaemi ini sudah direnovasi oleh sponsor yang merupakan salah satu produk susu. “Alhamdulillah kita dapat sponsor dari susu pada tahun 2006, dan setahun yang lalu lapak ini diperbaiki dari yang tadinya hanya bambu hingga sekarang seperti ini,” jelas Ndang.

Dalam seharinya, lapak Bandrek Susu Ibu Eem Suhaemi ini dapat men­jual 150 lebih bandrek susu dan jumlah ini akan meningkat pada saat akhir pekan. Kendala berarti yang dihadapi oleh bapak tiga anak ini adalah, ja­rangnya anak muda yang berkunjung ke lapak miliknya. “Mungkin karena pergeseran zaman, jadi anak muda sekarang tidak banyak yang mi­nat dengan minuman ini, tapi ada beberapa yang rutin ke sini,” kata Ndang, “Kalau dulu kan anak muda ketika keliling kota minum­nya bandrek susu, sekarang masih ada yang suka datang ke sini dari dulu mereka masih pacaran hingga sekarang sudah memiliki anak,” lanjut Ndang.

Dari dulu hingga sekarang, rasa ban­sus Air Mancur ini tidak berubah dan tetap berkhasiat menghangatkan tubuh. Sekarang pun banyak lapak bandrek di sekitaran Tugu Air Mancur Bogor, tapi hanya ada satu lapak Bansus Ibu Een Su­haemi yang asli. “Banyak orang yang ter­kecoh datang ke sini dan minum di tem­pat lain. Tapi ketika mereka tahu bahwa itu bukan lapak Bansus Ibu Eem Suhae­mi, mereka langsung pindah ke lapak saya sini,” tutur Ndang.

(Muhammad Rizal Oktavian)