Untitled-8SATU lagi tim pembunuh raksasa di Liga Primer Inggris musim ini, tak lain adalah AFC Bournemouth. Setelah mempermalukan Chelsea di Stamford Bridge pekan lalu, kini tim promosi itu mengandaskan Manchester United 2-1 di Stadion Vitality, Minggu (13/12/2015) dini hari WIB.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Meski tidak memiliki rekor sebaik Leicester City yang konsisten hingga membawa mereka ke puncak klasemen, performa Bournemouth menggila dalam dua pertand­ingan terakhir. Setelah membuat pusing Jose Mourinho, kini mereka membuat nasib Lou­is van Gaal kian tak menentu.

Tanda-tanda kemenangan Bournemouth sudah terlihat sejak awal, ketika baru masuk menit kedua mereka sudah unggul lewat gol spektakuler Junior Stanislas dari tendangan sudut yang tidak disangka oleh kiper David de Gea. Sempat menyamakan kedudukan le­wat Marouane Fellaini di menit ke-24, Setan Merah kembali dipermalukan oleh gol Josh King di menit ke-54. Gol King menjadi penu­tup dalam laga itu. King sendiri adalah man­tan pemain United selama lima tahun walau­pun jarang dimainkan di Premier League.

“Gol ini banyak artinya buat saya. Datang dari Manchester United dan setelah lima ta­hun di sana, saya telah moved on sekarang, namun mencetak gol di gawang klub lama punya banyak arti,” ujar King usai pertand­ingan.

Eddie Howe, pelatih Bournemouth, usai laga membocorkan kunci sukses mer­eka mampu menekuk skuad asuhan Louis van Gaal dengan skor 2-1. Selain etos kerja, Howe juga menyebut pergerakan tanpa bola dan pemanfaatan set piece sebagai kunci ke­menangan.

“Set piece sangat penting di liga mana­pun tetapi lebih penting lagi di Premier League. Junior Stanislas dan Josh King memi­liki dampak yang sangat besar,” buka Howe kepada Sky Sports.

“Kami juga mengubah keseimbangan tim. Tiga pemain di lini tengah, mereka san­gat luar biasa. Semua orang memberikan kontribusi. Hal besar adalah cara kami ber­main tanpa bola, etos kerja terhadap Man­chester United dan Chelsea sangat penting karena Anda tahu Anda tidak akan memiliki banyak penguasaan bola,” tambah Howe.

Performa Bournemouth memang sedikit aneh. Pasalnya, sejak awal musim mereka kerap menjadi bulan-bulanan baik di kan­dang maupun tandang. Namun, penampilan mereka mulai menanjak saat mengimbangi Swansea City 2-2 dan Everton 3-3, hinggan akhirnya menaklukkan Chelsea 0-1 dan ma­sih hangat Manchester United.

Pada pertandingan ini, dua gol kemenan­gan Bournemouth dicetak oleh Junior Stanis­las dan Josh King semua bermula lewat situa­si set piece, lebih spesifik lewat sepak pojok. Sementara satu gol MU disumbangkan oleh Marouane Fellaini.

Menurut BBC Sport, baru ada dua tim termasuk Bournemouth di era Premier League yang bisa berturut- turut menakluk­kan Chelsea dan United.

Hasil ini membuat United tak beranjak dari posisi empat klasemen sementara, se­dangkan rivalnya Manchester City yang lebih dulu bermain dan menang untuk semen­tara memimpin klasemen. United sendiri terpaksa memainkan lapis kedua di barisan belakang karena sejumlah pemain utamanya sedang dibekap cedera.

Pelatih Louis van Gaal memasang rookie Cameron Borthwick-Jackson bersama pe­main cadangan Guillermo Varela di baris pertahanan. Ini merupakan lanjutan hasil buruk United pekan ini, setelah beberapa hari sebelumnya tersingkir di babak penyisi­han group Liga Champions.

Louis van Gaal berjanji akan segera mengentaskan Manchester United dari ket­erpurukan. Setelah kalah dalam dua per­tandingan beruntun, Van Gaal berjanji akan memberikan kemenangan pada pekan de­pan saat bersua dengan Norwich City, Sabtu (19/12/2015) mendatang.

“Kami harus segera bangkit pada minggu depan. Ia memang akan menjadi hal yang sulit karena kami telah mendapatkan keka­lahan pada dua pertandingan beruntun. Ini jarang terjadi di Manchester United,” buka Van Gaal kepada Mirror.

Ya, Setan Merah memang sedang dalam periode negatif. Pasca tersingkir dari Liga Champions karena kalah dari Wolfsburg, pe­kan ini mereka kembali bertekuk lutut atas Bournemouth di pekan ke-16 Premier League.

Kekalahan ini tidak bisa dipungkiri mem­buat Van Gaal khawatir dengan performa timnya. Terlebih mereka juga sedang di­landa badai cedera yang melanda sejumlah pemain pilar.

“Tentu saja saya merasa khawatir karena kami telah kehilangan dua pertandingan berturut-turut, dan yang tidak biasa. Jadi kita harus tetap bersama-sama dan mem­persiapkan pertandingan melawan Norwich, dan kami harus menang, jika tidak ini akan menjadi lebih sulit,” pungkasnya.

Pecat Van Gaal

Kekalahan itu menjadi yang kedua se­cara beruntun bagi United setelah sebelum­nya mereka dibekuk Wolfsburg di ajang Liga Champions. Hasil itu membuat Setan Merah gagal meraih kemenangan di lima laga tera­khirnya. Menurut laporan yang dilansir oleh ESPN, kondisi itu membuat para petinggi United jengah. Mereka kini kabarnya akan berupaya menggantikan Van Gaal dengan Guardiola.

Petinggi Setan Merah pun disebut mengintensifkan perburuan terhadap mana­jer Bayern Munchen tersebut. Sebab mereka tak ingin pria cerdas asal Spanyol itu direbut oleh rival sekota, Manchester City. (*/Net)