Untitled-7Bersama N. Syamsuddin Ch. Haesy

SALAH satu hal penting dalam proses branding adalah memutuskan kebi­jakan yang memperkuat brand, sesuai dengan perkemban­gan nilai global dan inovasi (dalam menerapkan sains dan teknologi). Branding yang eksekusinya dapat menimbulkan cap atau stigma, harus diputuskan lebih dulu, se­belum orang lain memberikan­nya.

Branding yang sadar dilakukan dalam bentuk kebijakan bisnis akan jauh bermanfaat, katimbang orang lain yang memberikannya. Di lingkungan pabrik Ferrari, salah satu sisi dari keseluruhan branding yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan adalah mener­apkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan secara efektif dan efisien, terutama dalam peman­faatan energi.

Chief Executive Officer (CEO) Ferrari, Luca di Montezemolo menerapkan kebijakan yang memberi nilai lebih atas peng­hematan energi itu bagi keselu­ruhan kepentingan pabrik dan lingkungan sosial sekitarnya. Energi ramah lingkungan bagi Ferrari memberikan efek ganda, terhadap produk dan lingkungan pabrik. Hal itu tampak pada ban­gunan bengkel teknik mesin dan perakitan, yang didesain arsitek Marco Visconti.

Arsitek yang peduli lingkun­gan, ini merancang ruang pabrik yang mewadahi aplikasi teknologi canggih dan memerlukan energi besar, tapi tetap ramah lingkun­gan. Visconti menyebut konsep pabrik yang didesainnya, Mec­caniche Motori. Konsep itulah yang menjadi model di seluruh kompleks pabrik, termasuk ru­angan kerja Luca sendiri.

Bayangkan, taman-taman berada di dalam dan di luar lingkundengan aneka tumbuhan endemik gan pabrik mobil berlambang kuda jingkrak itu. ­

Luca dan seluruh pekerja Ferrari konsisten menerapkan kebijakan korporasi sebagai produsen super­car, pesawat, dan kereta api cepat dengan standar kekuatan, keamanan dan kenyamanan prima, sekaligus bertanggung jawab terhadap ling­kungan (fisik dan sosial).

Untuk mendapat energi matahari, beberapa bangunan area elevasi timur dipasangi tirai dengan gerakan vertikal untuk menyaring sinar matahari.

Kajian tentang energi mendorong para teknolog Ferrari mendesain produksi mobil hibrid bertenaga listrik. Perancangan produk mobil hibrid, secara khas dirancang untuk mengurangi gas emisi yang banyak dihasilkan kendaraan bermotor.

Ferrari, menurut Torre, terus berinovasi sebagai perusahaan oto­motif terdepan memelopori hemat energi, menawarkan energi baru terbarukan, dan mengurangi polusi dari gas emisi kendaraan produk­sinya. Mobil-mobil super dan kereta api cepat produksi Ferrari, harus melalui sesuai standar pengendalian lingkungan di pabrik ini.

Manajemen Ferrari mensyarat­kan, desain bangunan pabrik harus memenuhi osmosa interior dan eks­terior, terutama di unit-unit pabrik yang sangat memerlukan keseimban­gan energi dan lingkungan, seperti di bangunan pabrik blok mesin. Di ba­gian ini, kaca dan sell logam, dileng­kapi dengan ‘pulau-pulau’ vegetasi. Hal itu membuat ruangan kerja ter­asa lebih manusiawi dan ergonomis.

Giles Gibbons, ahli sustainabili­tas lingkungan, mengatakan, Ferrari telah membayar lunas tanggung jaw­abnya memelihara lingkungan dan mengendalikan energi secara efektif dan efisien. “Pabrik ini, contoh sin­ergitas energi dan lingkungan yang dibangun di atas green policy yang visioner,” ungkap Gibbons.

Ferrari memproduksi energi den­gan dampak lingkungan rendah, disertai penghijauan pabrik dan pengembangan mobil hibrida berkin­erja tinggi, dalam satu tarikan nafas. Semua itu, ditupang oleh pengemban­gan green value sebagai bagian corpo­rate culture, yang dilakukan oleh selu­ruh pimpinan dan karyawannya.

Di lingkungan pabrik, pimpinan dan pekerja bergerak dari bangunan satu ke bangunan lain dengan ber­jalan kaki dan naik sepeda. Hanya rombongan pengunjung yang ingin melihat situasi pabrik, diangkut den­gan bis khusus Ferrari. Kendaraan lainnya, termasuk kendaraan pribadi CEO, harus parkir di halaman pabrik, sesuai dengan tata ruang pabrik.